Ide bisnis gerai kafe donat yang child-friendly

Hanif sudah hampir 4 bulan bersekolah di baby class-nya KB Jemari di Komplek Siaga Bappenas Jakarta Selatan. Tiap minggu hanya satu kali saja masuk sekolahnya, setiap hari Selasa. Dan hanya dalam waktu satu jam saja setiap kali pertemuan.

Dan hari Selasa tanggal 15 November 2016 ini adalah jadwal sekolah sesi kreatif bagi seluruh siswa di KB dan TK Jemari karena ada jadwal berkunjung ke salah satu gerai donat untuk belajar tentang pembuatan donat. Judul awalnya sebenarnya cooking class, tapi sebenarnya kegiatannya hanya untuk memberi topping pada donat yang sudah digoreng.

Saat “cooking class” tersebut, semua anak TK dan anak baby class yang ikut serta diminta untuk aktif berpartisipasi dalam mengenal bahan-bahan pembuat donat. Dan anak-anak juga diajak ikut mencicipi bahan-bahan pembuat donat dan bahan-bahan topping donat tersebut.

Ini adalah momen dimana terjadi pengenalan bahan-bahan pembuat donat.

“Siapa yang mau keju?”

hanif-coba-keju

“Siapa yang mau chocolate chip?”

hanif-coba-coklat

“Siapa yang mau kacang almond?”

hanif-coba-almond-flakes

Dan setelahnya adalah momen dimana semua anak bisa memberi topping cairan coklat dan topping sereal coklat pada donat yang sudah digoreng.

Ide untuk memasak bersama dengan anak-anak memang sangat menyenangkan dan bisa sekali dicontoh untuk dilakukan di rumah.

Bahkan di rumah bisa ditambah dengan pengalaman membuat adonan donat yang sebenarnya, bukan hanya memberi topping setelahnya.

Nah, hal yang menarik bagi saya adalah ketika hari esoknya kami datang kembali ke gerai kafe donat yang sama. Kami bertanya tentang kemungkinan meminta 2 mangkuk yang berisi topping cairan coklat dan topping sereal coklat plus donat sudah jadi yang sudah digoreng untuk jadi bahan “main-main” kami di meja kami saat kami berkunjung ke sana.

Dan jawabannya mba-mba yang melayani kami adalah “mohon maaf, hal itu tidak bisa dilakukan. Event kemarin dapat terselenggara karena ada negosiasi antara manager kami dengan guru dari sekolahnya”.

Padahal menurut saya pribadi, effort untuk mengeluarkan dua mangkuk yang kami minta dan satu atau dua donat yang sudah digoreng adalah tidak sulit.

Dan ini menjadi ide bisnis baru yang bisa saya share disini. Jika ada teman-teman sekalian yang ingin membuat kafe atau restoran yang bersifat child friendly atau yang target segmennya adalah keluarga dengan anak-anak maka layanan khusus anak-anak dengan menyediakan momen kebersamaan orang tua dan anak di meja untuk “bikin-bikin” adalah ide yang sangat menarik.

Walau secara hitungan profit analysis-nya belum detail dan jelas. Tapi ide ini bisa menjadi bahan pertimbangan.

Toh, salah satu chain jualan pizza ternama di Indonesia, yang berasal dari Amerika Serikat, juga membuat layanan “making your own pizza, kids”. Mereka menarik pelanggan keluarga (dan anak-anak tentunya) untuk meningkatkan penjualan mereka.

Misalnya : katakanlah teman-teman mempunyai jualan warung mpek-mpek, mungkin ada layanan khusus “bikin-bikin” mpek-mpek di meja makan warung.

Atau kalau cycle pembuatan mpek-mpek dianggap terlalu lama untuk dibuat bahan “bikin-bikin” di meja pelanggan, bisa saja programnya menjadi program memasak tekwan sendiri. Yang pada teknisnya, pelanggan anak-anak mempunyai kebebasan untuk memasak (dibaca : memasukkan) tekwannya sendiri ke dalam kuahnya.

Aplikasi ini jatuhnya jadi seperti restoran shabu-shabu yang sudah banyak buka di kota-kota besar Indonesia.

Balik lagi ke cerita jualan donat di awal, aplikasi “bikin-bikin” dan “make your own dish” di meja makan pelanggan ini, mungkin yang paling mudahnya adalah untuk gerai donat dan jualan kopi khusus untuk keluarga dan anak-anak. Ibu dan Ayah bisa sambil memesan kopi, dan anak-anak bisa “sibuk” membuat (dibaca : menaburkan topping) donatnya sendiri.

Secara perhitungan biaya (pembuatan donat), tidak terlalu besar, dan effort untuk program “bikin-bikin”-nya pun tidak terlalu berat, ditambah dengan terciptanya bonding yang lebih banyak antara orang tua dan anak dengan program tersebut.

*gambar donat lezat di fitur tulisan ini didapatkan dari http://www.geniuskitchen.com/recipe/donut-shop-donuts-filling-and-icings-glazes-461562

 

 

Iklan

Ditulis oleh

Seorang Muslim. Seorang Ibu baru dari satu anak laki-laki (per sekarang :)) Memutuskan untuk memulai blogging sejak 2015 saat saya merasa butuh "bekerja" di samping tugas utama saya sebagai Ibu. Saya pernah bekerja di lingkungan kantoran di perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia selama 6 tahun lebih hingga tahun 2014. Pernah belajar Administrasi Bisnis juga. Dan belajar Teknik Informatika sebelumnya. Sekarang fokus "pekerjaan" saya di luar tugas utama adalah jualan dan manage blog katakanya.id ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s