Yuk, beri kado ‘ied dari Nabi

Memberi kado dan jalan-jalan saat Hari Raya ‘Ied adalah perintah Nabi lho, Sahabat.

Itu adalah bagian dari bersenang-senang dan bahkan bagian dari syiar Islam. Terutama syiar Islam kepada anak.

Coba katakan ke anak, “Nak, ini ada kado dari Nabimu lho. Ibu dan Bapak berikan kado ini atas perintah Nabi. Islam itu indah ya, Nak”

Masya Allaah, bahkan bersenang-senang adalah syariat Islam ^^

Ini adalah artikel yang ditulis oleh Ustadz Budi Ashari, Lc.

Tulisan asalnya bisa diakses disini

Dan di bawah ini saya hanya melakukanย copy danย pasteย dari tulisan tersebut tanpa ada tambahan apapun.

Selamat menyelami Islam yang sesungguhnya ya, Sahabat. Selamat bersenang-senang di hari ‘Ied nanti insya Allah.

 

๐Ÿ“œARTIKEL SAHABAT PARENTING NABAWIYYAH๐Ÿ“

KADO ‘IED DARI NABI
Budi Ashari, Lc

Dalam setahun ada 5 hari yang diharamkan puasa; โ€˜Idul Fitri (1 Syawal), โ€˜Idul Adha (10 Dzulhijjah) dan 3 hari Tasyriq (11, 12, 13 Dzulhijjah). Pengharaman itu sebagaimana yang disabdakan Nabiย  dalam dua hadits berikut ini:

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ุณูŽุนููŠุฏู ุงู„ู’ุฎูุฏู’ุฑููŠูู‘ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู: ยซุฃูŽู†ูŽู‘ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ู†ูŽู‡ูŽู‰ ุนูŽู†ู’ ุตููŠูŽุงู…ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽูŠู’ู†ูุŒ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู’ููุทู’ุฑูุŒ ูˆูŽูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู†ูŽู‘ุญู’ุฑูยป

Dari Abu Said al Khudry radhiallahu anhu berkata:
โ€œRasulullah shallallahu alaihi wasallam melarang puasa dua hari; Idul Fitri dan Idul Adha.โ€ (Muttafaq Alaih)

ุนูŽู†ู ุนุงุฆุดุฉ ูˆุงุจู’ู†ู ุนูู…ูŽุฑูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูู…ุงุŒ ู‚ูŽุงู„ุงูŽ: ยซู„ูŽู…ู’ ูŠูุฑูŽุฎูŽู‘ุตู’ ูููŠ ุฃูŽูŠูŽู‘ุงู…ู ุงู„ุชูŽู‘ุดู’ุฑููŠู‚ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูุตูŽู…ู’ู†ูŽุŒ ุฅูู„ูŽู‘ุง ู„ูู…ูŽู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฌูุฏู ุงู„ู‡ูŽุฏู’ูŠูŽยป

Dari Aisyah dan Ibnu Umar radhiallahu anhuma keduanya berkata:
โ€œTidak diizinkan pada hari-hari Tasyriq untuk berpuasa kecuali bagi yang tidak mempunyai hadyu.โ€ (HR. Bukhari)

Inilah syariat yang penuh hikmah itu. Jika diharamkan puasa, artinya kita diminta untuk makan dan minum. Sebagaimana yang disampaikan oleh Rasulullah,

ุฃูŽูŠูŽู‘ุงู…ู ุงู„ุชูŽู‘ุดู’ุฑููŠู‚ู ุฃูŽูŠูŽู‘ุงู…ู ุฃูŽูƒู’ู„ู ูˆูŽุดูุฑู’ุจู ูˆุฐูƒุฑ

โ€œHari-Hari Tasyriq adalah hari-hari makan, minum dan dzikir.โ€ (HR. Muslim)

Dalam riwayat Ad Daruquthni dari Abdullah bin Hudzafah As Sahmi ada tambahan dalam riwayat tersebut,

ุฃูŽูŠูŽู‘ุงู…ู ุงู„ุชูŽู‘ุดู’ุฑููŠู‚ู ุฃูŽูŠูŽู‘ุงู…ู ุฃูŽูƒู’ู„ู ูˆูŽุดูุฑู’ุจู ูˆูŽุจูุนูŽุงู„ู

โ€œHari-hari Tasyriq adalah hari-hari makan, minum dan bercampur suami istri.โ€

Sahabat Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhu sampai harus mengumumkan hali ini di hadapan kumpulan muslimin di Mina, sebagaimana yang riwayat yang dinukil oleh Asy Syaukani dalam Nailul Author,

ูˆูŽุนูŽู†ู’ ุงุจู’ู†ู ู…ูŽุณู’ุนููˆุฏู ุจู’ู†ู ุงู„ู’ุญูŽูƒูŽู…ู ุนูŽู†ู’ ุฃูู…ูู‘ู‡ู ยซุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ูŽุง ุฑูŽุฃูŽุชู’ ูˆูŽู‡ููŠูŽ ุจูู…ูู†ู‹ู‰ ูููŠ ุฒูŽู…ูŽู†ู ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู – ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ – ุฑูŽูƒู’ุจู‹ุง ูŠูŽุตููŠุญู ูŠูŽู‚ููˆู„ู: ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ู‡ูŽุง ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ุฅู†ูŽู‘ู‡ูŽุง ุฃูŽูŠูŽู‘ุงู…ู ุฃูŽูƒู’ู„ู ูˆูŽุดูุฑู’ุจู ูˆูŽู†ูุณูŽุงุกู ูˆูŽุจูุนูŽุงู„ู ูˆูŽุฐููƒู’ุฑู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’: ููŽู‚ูู„ู’ุชู: ู…ูŽู†ู’ ู‡ูŽุฐูŽุงุŸ ููŽู‚ูŽุงู„ููˆุง: ุนูŽู„ููŠูู‘ ุจู’ู†ู ุฃูŽุจููŠ ุทูŽุงู„ูุจูยป

Dari Ibnu Masโ€™ud bin al Hakam dari ibunya, bahwasanya saat ia sedang di Mina di zaman Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, melihat sekumpulan orang yang berkata dengan suara keras:

Wahai manusia, sesungguhnya ini adalah hari-hari makan, minum, wanita, bercampur suami istri dan dzikir.
Dia (ibunya Ibnu Masโ€™ud bin Al Hakam) bertanya: Siapa itu?
Para sahabat menjawab: Ali bin Abi Thalib.

Sahabat Nabi mencontohkan bahwa kesenangan itu tak hanya dinikmati sendiri oleh keluarga. Tapi mereka berbagai bahagia itu dengan para tetangganya. Seperti semangat yang dimiliki oleh Abu Burdah di pagi Idul Adha,

Abu Burdah berkata, โ€œAku tahu hari ini adalah hari makan, minum. Maka aku makan dan memberi makanan untuk keluargaku dan para tetanggaku.” (HR. Bukhari)

Begitulah, dua hari raya dan tiga hari Tasyriq merupakan hari bersenang bagi muslimin, keluarga dan masyarakat mereka. Hari yang diperintahkan langsung oleh Nabi untuk makan, minum, bercampur suami istri dan berdzikir.

Sehingga diperintahkan oleh syariat agar para kepala rumah tangga melapangkan keadaan dengan berbagai hal yang menyenangkan bagi seluruh anggota keluarganya di hari-hari tersebut. Seperti yang dijelaskan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari,

โ€œDisyariatkannya melapangkan (kesenangan) untuk keluarga pada hari-hari raya dengan berbagai hal yang membuat kenyamanan jiwa, peristirahatan badan dari beban ibadah….
Dan bahwa menampakkan kebahagiaan di hari-hari raya adalah merupakan syiar agama.โ€

Roghib Al Ashbahani menegaskan,
โ€œHari raya digunakan untuk bersenang di sepanjang harinya.โ€ (LihatMirqoth al Mafatih, Al Mulla Al Qory)

Dengan demikian, hari raya dan hari-hari Tasyriq adalah merupakan hari istimewa bagi muslimin. Di mana disyariatkan pada 5 hari tersebut untuk bersenangnya keluarga muslim. Kepala rumah tangga diperintahkan untuk menfasilitasi hal tersebut. Tentu, jika ini dilakukan akan menjadi amal shaleh baginya.

Aktfitias kesenangan yang disebutkan Nabi adalah: Makan, Minum, Bercampur suami istri dan Dzikir. Tetapi secara umum seperti yang dijelaskan oleh Ibnu Hajar, apapun bentuk kesenangan dan kenyamanan adalah merupakan syariat di hari-hari tersebut.

Sepanjang hari-hari tersebut harus menjadi waktu-waktu yang menyenangkan dan membahagiakan. Tak hanya bagi diri dan keluarganya, tetapi hingga tetangga dan para kerabat.

Di sinilah indahnya Islam. Syariat yang tak hanya membebani dengan ibadah yang berat seperti shalat, puasa dan zakat. Tetapi juga memerintahkan untuk bersenang-senang dan bahkan tidak membolehkan untuk melakukan ibadah yang akan mengganggu kesenangan tersebut. Karena memang waktunya bersenang. Walaupun tetap ada perintah untuk berdzikir.

Perintah untuk berdzikir merupakan aktifitas lisan yang tidak mengganggu kesenangan hari-hari itu. Karena seseorang tetap bisa mengucapkan kalimat thayyibah sambil bermain. Dan dzikir tetap diperintahkan agar permainan yang cenderung melalaikan tidak melarutkan kita dalam kelalaian tanpa batas.

Rasulullah meletakkan kata dzikir pada kata yang terakhir dari rangkaian kesenangan. Agar menjadi pelajaran bahwa semua kesenangan itu dilakukan untuk akhirnya bisa menguatkan kembali dzikir dan ibadah selanjutnya. Dan itulah fungsi istirahat dalamkehidupan orang beriman. Berhenti sejenak di taman kenyamanan untuk menghirup semangat agar perjalanan ibadah selanjutnya semakin menggelora.

Ada pelajaran yang sering terlewatkan pada tema ini. Padahal hal ini sangatlah penting bagi keluarga muslim. Yaitu, jika ibadah seperti puasa -dan itu berat terutama bagi anak-anak- adalah merupakan perintah syariat, maka makan-makan, minum-minum dan kesenangan yang lainnya juga merupakan perintah syariat.

Jadi para ayah dan bunda, bawalah kejutan kado berisi sandal atau sepatu baru atau pakaian baru atau hadiah lain untuk sang buah hati. Serahkan, suruh mereka membukanya dan saksikan ekspresi kesenangan di wajah mereka. Kemudian katakan: Nak, ini kado dari Nabi kalian. Karena ayah dan bunda memberikan kado ini atas perintah beliau. Dan setelah ini kita akan jalan-jalan, karena Nabi juga memerintahkan untuk itu. Islam itu indah ya, Nak…

Semoga tertanam dan hadir di hati anak-anak kita kedekatan, kebanggaan dan kenyamanan terhadap agamanya

aamiin

Iklan

Ditulis oleh

Seorang Muslim. Seorang Ibu baru dari satu anak laki-laki (per sekarang :)) Memutuskan untuk memulai blogging sejak 2015 saat saya merasa butuh "bekerja" di samping tugas utama saya sebagai Ibu. Saya pernah bekerja di lingkungan kantoran di perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia selama 6 tahun lebih hingga tahun 2014. Pernah belajar Administrasi Bisnis juga. Dan belajar Teknik Informatika sebelumnya. Sekarang fokus "pekerjaan" saya di luar tugas utama adalah jualan dan manage blog katakanya.id ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s