Cara Perpanjang Paspor & Buat Paspor Balita

Tulisan ini dibuat untuk memudahkan teman-teman, Ibu-Ibu, Bapak-bapak sekalian dalam mencari informasi awal kepada yang ingin memperpanjang paspornya dan juga jika ada yang ingin membuat paspor balita.

Insya Allah, informasi ini valid pada bulan Juli 2017 saat kami melakukan perpanjangan paspor dan pembuatan paspor Balita di Kantor Imigrasi Warung Buncit. Dan di beberapa kantor imigrasi di Jakarta (termasuk di Warung Buncit) sudah tidak ada cerita pengambilan nomor antrian sejak jam 3 atau jam 4 subuh lho ^^

Semoga membantu ya

Cara Memperpanjang Paspor

  1. Jika paspor Teman-teman sebelumnya adalah paspor terbitan tahun 2009, maka Teman-teman perlu untuk mengisi kembali Formulir Paspor yang terdiri dari 2 halaman. Apa isi dari Formulir Paspor itu bisa dilihat di sini : paspor_Formulir paspor hal 12 dan paspor_Formulir paspor 22 ; Formulir ini dapat diambil di kantor Imigrasi terdekat dan dapat langsung diisi disana.
  2. Kemudian install dan buka aplikasi “Antrian Paspor” yang bisa didapatkan “hanya” di PlayStore.
  3. Data informasi tentang diri Teman-teman sekalian di apps “Antrian Paspor” tersebut dan pastikan NIK yang dimaksud adalah nomor di Kartu Keluarga Teman-teman. Ada 3 Kantor Imigrasi yang sudah bisa mengambil antrian online via aplikas ini, yakni Warung Buncit, Pondok Pinang dan Ciputat. Berdasarkan pengalaman di Kantor Imigrasi Warung Buncit, perlu tunggu hingga 5 hari kerja untuk mendapat nomor antrian tersebut.
  4. Pada hari yang ditentukan, jika dikatakan jadwal adalah jam 10.01 hingga jam 11.00, Teman-teman boleh juga datang lebih pagi, karena di Kantor Imigrasi Warung Buncit kemarin, setelah datang, kita tetap ambil nomor antrian lagi.
  5. Pastikan perangkat smartphone yang ada aplikasi “Antrian Paspor”-nya tersebut dibawa untuk berhak dapat nomor antrian di Kantor Imigrasinya (dengan melakukan scanning bar code di aplikasi tersebut)
  6. Atau bisa juga print bar code-nya di kertas, dan kertas itu yang menjadi dasar untuk mendapat nomor antrian di Kantor Imigrasi
  7. Setelah mendapat nomor antrian, maka kita pun akan diberikan map yang perlu diisi beberapa hal berikut ini:
    1. foto kopi akta lahir / ijazah (tapi baiknya yang asli juga dibawa untuk jaga-jaga, tapi tidak perlu diletakkan di dalam map)
    2. foto kopi kartu keluarga (asli juga untuk jaga-jaga)
    3. foto kopi KTP di A4 (+Asli)
    4. dan paspor lamanya
    5. jika paspor lama dibuat di tahun 2009 dan sebelumnya, perlu isi Formulir Paspor seperti poin #1 di atas
  8. Tunggu hingga nomor antrian dipanggil
  9. Pengalaman kami datang jam 10 di Kantor Imigrasi Warung Buncit, perlu waktu sekitar 55 menit untuk menunggu antrian saya dipanggil
  10. Di depan Meja Layanan Imigrasi tersebut, yang dilakukan adalah: IMG_0155
    1. pengecekan dokumen di dalam map dan konfirmasi beberapa hal
    2. ditanya mau paspor biasa atau e-paspor
      1. bedanya (per Juli 2017) paspor biasa harganya 355.000 idr, e-paspor 655.000 idr
      2. e-paspor ada fitur bebas visa ke Jepang
    3. foto diri dengan latar putih (jadi diusahakan tidak menggunakan baju atasan berwarna putih)
    4. scan sidik jari di 10 jari
    5. kemudian kita diberi resi untuk melakukan pembayaran
    6. hasilnya adakan jadi 3 hari kerja setelah pembayaran terkonfirmasi IMG_0154
  11. kemudian bayar di Bank atau di ATM (khusus di Kantor Imigrasi Warung Buncit, ada bank BRI di lantai 1 yang ada antrian khusus untuk pembayaran dan ada petugas yang membantu pembayaran melalui ATM) dan pastikan Teman-teman mendapat resi kuitansi pembayaran IMG_0274
  12. Saat 3 hari setelah pembayaran, datanglah kembali ke kantor imigrasi untuk mengambil paspor yang telah jadi dengan membawa kuitansi dari bank atau dari ATM
  13. Ambil nomor antrian kembali di tempat pendaftaran, atau bisa ambil nomor antrian sendiri dengan scan barcode di kertas kuitansi. Ini mesin scan barcode-nya IMG_0277
  14. Tunggu hingga nomor antrian dipanggil dan kemudian ambil paspornya

 

Membuat Paspor Balita

Runutan prosedur-nya sama dengan proses perpanjangan paspor di atas, hanya ada sedikit hal yang berbeda :

  1. Isi Formulir Paspor yang bisa didapatkan di Kantor Imigrasi terdekat. Contohnya adalah sebagai berikut : paspor_Formulir paspor hal 12 dan paspor_Formulir paspor 22
  2. Isi Formulir Persetujuan Orang Tua (ini yang berbeda dengan prosedur perpanjangan paspor di atas). Formulir ini bisa didapatkan di Koperasi Kantor Imigrasi Warung Buncit pada saat itu, tapi sebenarnya bisa dibuat sendiri di rumah sebelum sampai ke kantor imigrasi, karena di bagian bawah dokumen ini perlu tanda tangan Ayah dan Ibu. In case, Teman-teman ada yang mengurus paspor balita ini hanya salah satu pihak, jadi nggak bolak-balik dalam pengurusannya, karena tanda tangan kedua orang tua sudah ada. Ini adalah contoh dokumen tersebut : surat ijin orang tua – paspor_1
  3. Ambil nomor antrian di aplikasi “antrian paspor”, “hanya” di playStore. Ada 3 Kantor Imigrasi yang sudah bisa mengambil antrian online via aplikasi ini, yakni Warung Buncit, Pondok Pinang dan Ciputat. Berdasarkan pengalaman di Kantor Imigrasi Warung Buncit, perlu tunggu hingga 5 hari kerja untuk mendapat nomor antrian tersebut.
  4. Pastikan NIK (untuk mengambil nomor antrian di aplikasi “antrian paspor”) adalah NIK adalah NIK salah seorang orang tua di Kartu Keluarga
  5. Pada hari yang ditentukan, jika dikatakan jadwal adalah jam 10.01 hingga jam 11.00, Teman-teman boleh juga datang lebih pagi, karena di Kantor Imigrasi Warung Buncit kemarin, setelah datang, kita tetap ambil nomor antrian lagi.
  6. Pastikan perangkat smartphone yang ada aplikasi “Antrian Paspor”-nya tersebut dibawa untuk berhak dapat nomor antrian di Kantor Imigrasinya (dengan melakukan scanning bar code dari aplikasi tersebut)
  7. Atau bisa juga print bar code-nya di kertas dari aplikasi “Antrian Paspor” itu, dan kertas itu yang menjadi dasar untuk mendapat nomor antrian di Kantor Imigrasi
  8. Biasanya nomor antrian untuk balita akan lebih cepat untuk dipanggil ke Meja Layanan ^^
  9. Setelah mendapat nomor antrian, maka kita pun akan diberikan map yang perlu diisi beberapa hal berikut ini:
    1. foto kopi akta lahir / ijazah anak (tapi baiknya yang asli juga dibawa untuk jaga-jaga, tapi tidak perlu diletakkan di dalam map)
    2. foto kopi akta lahir / ijazah orang tua (+asli untuk jaga-jaga)
    3. foto kopi buku nikah orang tua (+asli untuk jaga-jaga)
    4. foto kopi kartu keluarga (asli juga untuk jaga-jaga)
    5. foto kopi KTP kedua orang tua di kertas A4 (+Asli)
    6. foto kopi paspor kedua orang tua (+asli)
  10. Tunggu hingga nomor antrian dipanggil
  11. Pada saat nomor antriannya dipanggil, maju ke depan Meja Layanan Imigrasi dan yang kemudian dilakukan adalah:
    1. pengecekan dokumen di dalam map dan konfirmasi beberapa hal:
      1. ditanya mau paspor biasa atau e-paspor
      2. bedanya (per Juli 2017) paspor biasa harganya 355.000 idr, e-paspor 655.000 idr
      3. e-paspor ada fitur bebas visa ke Jepang
    2. foto diri dengan latar putih (jadi diusahakan tidak menggunakan baju atasan berwarna putih). Untuk balita, biasanya disediakan kursi high chair untuk balita yang anteng atau terkadang bisa juga berdiri saja di kursi biasa (atau digendong) tapi ada video anak-anak yang diputar di smartphone Ayah atau Ibunya atau smartphone petugas Layanan Imigrasi dengan tujuan agar anak dapat melihat ke arah kamera.
    3. kemudian kita diberi resi untuk melakukan pembayaran
    4. hasilnya adakan jadi 3 hari kerja setelah pembayaran terkonfirmasi
  12. Kemudian bayar di Bank atau di ATM (khusus di Kantor Imigrasi Warung Buncit, ada bank BRI di lantai 1 yang ada antrian khusus untuk pembayaran dan ada petugas yang membantu pembayaran melalui ATM) dan pastikan Teman-teman mendapat resi kuitansi pembayaran IMG_0274
  13. Saat 3 hari setelah pembayaran, datanglah kembali ke kantor imigrasi untuk mengambil paspor yang telah jadi dengan membawa kuitansi dari bank atau dari ATM
  14. Ambil nomor antrian kembali di tempat pendaftaran, atau bisa ambil nomor antrian sendiri dengan scan barcode di kertas kuitansi. Ini mesin scan barcode-nya IMG_0277
  15. Tunggu hingga nomor antrian dipanggil dan kemudian ambil paspornya

 

Alhamdulillah, nggak ada cerita ngambil nomor antrian di Kantor Imigrasi sejak jam 3/4 pagi, karena ada aplikasi “Antrian Paspor” ini. Karena selama ini, cerita-cerita ini yang menjadi momok mengerikan pembuatan paspor ^^

Alhamdulillah, hanya perlu 2 kali bolak-balik ke kantor imigrasi, hari pertama untuk foto dan penyerahan dokumen, hari kedua untuk mengambil paspor yang sudah jadi.

Alhamdulillah, nunggu proses foto dan penyerahan dokumen di hari pertama dengan membawa balita 2.5 tahun tidak bosan karena banyak jajanan di koperasi Kantor Imigrasi Warung Buncit. Pun tempatnya luas dan banyak wall paper bergambar 5 benua di dunia lengkap dengan gambar binatang yang ada di dalam benua itu dan gambar icon di dalam benua tersebut (misal di Benua Eropa, ada big ben dan ada prajurit penjaga istana berpakaian merah) di dindingnya, jadi bisa jadi bahan obrolan menarik dengan anak.

^^

Iklan

Ditulis oleh

Seorang Muslim. Seorang Ibu baru dari satu anak laki-laki (per sekarang :)) Memutuskan untuk memulai blogging sejak 2015 saat saya merasa butuh "bekerja" di samping tugas utama saya sebagai Ibu. Saya pernah bekerja di lingkungan kantoran di perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia selama 6 tahun lebih hingga tahun 2014. Pernah belajar Administrasi Bisnis juga. Dan belajar Teknik Informatika sebelumnya. Sekarang fokus "pekerjaan" saya di luar tugas utama adalah jualan dan manage blog katakanya.id ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s