Praktik ekonomi bangsa Arab dan bagaimana itu bisa membuat dakwah Islam maju (kuliah sesi 1 – Akademi Siroh 2017)

Melihat sekilas tentang masa jahiliyah sebelum Islam datang di tanah Arab. Dan ternyata ditemukan cara bergadang ala pedagang-pedagang kaya Arab.

Sesi 1 – Kuliah Siroh Nabawiyah di Akademi Siroh 2017 – 28 Januari 2017 – WAMY Indonesia, Jagakarsa, Jakarta Selatan – oleh Ustadz Asep Sobari, Lc.

Jahiliyah

Bacaan awal untuk membuka ilmu tentang Siroh Nabawiyah adalah buku Siroh Nabawiyah yang ditulis oleh Syaikh Syaifurrahman Al Mubarakfuri:

  • Bacaan awal
  • “ringan”
  • mudah dibaca
  • mencakup keseluruhan hidup Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam
  • membantu kita dalam mapping siroh

Mengapa perlu membahas jahiliyah?

  • Jahil = bodoh
  • Abu Jahal = icon dari jahiliyah, sebenarnya nama aslinya adalah Amar bin Hisyam, dan di masa sebelum Islam, dia disematkan panggilan Abu Hakam (catatan penulis: Hakam ~ Hakim ~ seorang yang adil atau sejenisnya)
  • Dan saat masa Islam, beliau disematkan nama Abu Jahal (catatan penulis: Jahal ~ Jahil). Dan Abu tidak semata-mata artinya adalah ayah biologis, tapi bisa juga berarti sangat melekat, sangat identik.
  • (catatan penulis : pertanyaan mengapa perlu membahas Jahiliyah masih menggantung dan akan terjawab di bawah ini)

Jahiliyah >< risalah / kebenaran.

Jahiliyah = manusia tanpa risalah

= masa sebelum Islam

= bisa berlaku di luar daerah Arab juga, tidak terbatas ruang

= bukan sekedar praktek

= ada paradigmanya

= ada jahiliyah Persia, Romawi

(Pertanyaan penulis saat kuliah sampai di tahap ini:

Kalau memang jahiliyah didefinisikan sebagai masa sebelum Islam ~ masa sebelum risalah sampai ke Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, jadi masa saat risalah diturunkan pada Isa ‘alaihi sallam hingga masa Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, apakah itu disebut masa jahiliyah juga?

Menurut teman-teman,bagaimana?

Dan pertanyaan ini kemudian dijawab oleh materi jahiliyah ini di bagian akhir kuliah)

KEADAAN EKONOMI PENDUDUK MAKKAH

  • Produk asli Makkah adalah (hanya) kulit
  • Namun mereka berdagang apa saja: gading, sutra, parfum, makanan, cabe, rempah, kapur, keramik
  • Mereka bertindak sebagai distributor
  • Mereka adalah pegadang besar yang mempunyai gudang
  • Jika musim panas, mereka berdagang ke Syam (catatan penulis: sekarang terdiri dari 4 negara: Palestina, Jordania, Syria dan Libanon)
  • Dan jika musim dingin, mereka berdagang ke Yaman, atau Afrika / Habasyah (Catatan penulis: Habasyah sekarang adalah negara Ethiopia)
  • Utsman bin Affan, salah seorang sahabat dan khulafaur Rasyidin adalah seorang distributor kain dan baju yang kaya raya
  • Ibunya Abu Jahal adalah distributor parfum yang kaya raya
  • Uang cash Abu Jahal sebanyak 1 juta dinar (dimana 1 dinar di masa jahiliyah adalah 2 ekor unta, tidak seperti saat masa Islam yang 1 dinar adalah 1 ekor kambing)
  • Cara mereka berdagang – memutar-putar barang antara 3 wilayah: Madinah, Syam, Mesir. Kemudian pulang bawa uang cash.
  • Kelompok pedagang adalah kelompok elit, luas wawasannya (karena pergi ke banyak tempat dan bertemu dengan berbagai macam orang)
  • Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam termasuk pegadang juga
  • Dan pintu ekonomi (dagang) inilah yang menjadi pintu keluar dari masalah umat Islam nanti di saat awal dakwah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Dimana pengikut Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam ditekan sedemikian rupa sehingga Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam memutuskan untuk menyelamatkan umat Islam dengan hijrah
  • Profil dari 12 orang laki-laki dan 4 orang wanita yang hijrah pertama ke Habasyah adalah profil pedagang yang kaya raya, diantaranya:
    • Utsman bin Affan
    • Ruqayyah, istri Utsman bin Affan, anak Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam
    • Abdurrahman bin ‘Auf
  • Profil negeri Habasyah adalah dipimpin oleh raja beragama Nasrani dan merupakan negeri berpenduduk nasrani, namun dengan kekuatan hubungan dagang antara Utsman bin Affan dengan pedagang Habasyah, hijrah ini bisa terjadi
  • Kemajuan perekonomian Makkah di masa sebelum Islam juga terbukti dengan beralihnya pelabuhan dagang dari Yaman ke Pelabuhan Syuaiba, di Makkah

(Catatan penulis: kembali ke tema Jahiliyah)

Jahiliyah = orang-orangnya bukan tidak memiliki pengetahuan

–> karena tema-tema yang diangkat oleh Al Quran bukanlah tema dan isu yang ditujukan kepada orang-orang yang rendah ilmu pengetahuannya

… Hakikat kejahilan adalah pemberhalaan … (Malik bin Nabi [Syuruth an-Nahdhah, h.30p])

Berhala adalah sesuatu di luar Tuhan / Allah yang diseru.

Orang Jahiliyah itu tidak memiliki kerangka.

Jahiliyah merupakan tatanan nilai, sistem dan praktik yang menyimpang dari wahyu Jahiliyah bersifat universal. Tidak hanya berlaku pada masyarakat Arab, tapi seluruh masyarakat sebelum Islam.

Jahiliyah ~ Al-Jahl >< Al-ilm (ilmu) >> bukan sekedar pengetahuan, tapi petunjuk wahyu tentang hakikat segala sesuatu

>> Misalnya, masyarakat Jahiliyah punya pengetahuan tentang ekonomi, tapi tidak mengerti hakikat rezeki, keadilan sosial, kekayaan, kenapa harus achieve target ekonomi

>> Bisa mengumpulkan harta, tapi tidak mengerti harta untuk apa, bagaimana harta bisa membuat diri bahagia

>> Bangun bangunan megah dan mengabadikan namanya, tapi setelah itu jadi apa?

>> Bedakan konsep ekonomi Islam yang diterapkan oleh Umar bin Khattab, sahabat Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam yang dijamin masuk surga oleh Allah:

  • “Harta negera aku posisikan sebagai harta anak yatim (catatan penulis: yang ada aturan management-nya di dalam Al Quran). Aku sebagai penguasa aku adalah pengelola anak yatim (catatan penulis: yang ada aturan berhubungan dengan anak yatimnya di Al Quran)”
  • Konsep penggajian di jaman khalifah beliau: kalau sudah kaya, pegawai pemerintah sebaiknya tidak perlu ambil gaji. Jika hidupnya susah, maka boleh ambil gaji sewajarnya.
  • Harta negara (“harta anak yatim”) tersebut harus terus dikembangkan, untuk menjamin masa depan anak yatim tersebut (catatan penulis: ada perintah dan aturan terkait hal ini di dalam Al Quran)
  • Dan karena menganggap negara tersebut adalah “anak yatim”, maka pemeliharannya dengan kasih sayang, tidak boleh kasar

>> Jahiliyah menyangkut semua bidang kehidupan: agama, politik, ekonomi, sosial, dst

>> Jahiliyah dalam Al Quran:

  1. Pemikiran = Zhan al-Jahiliyah            Ali Imran (3) : 154
  2. Gaya hidup = Tabarruj al-Jahiliyah   al-Ahzab (33) : 33
  3. Hub sosial = Humiyyat al-Jahiliyah  Al-Fath (48) : 26
  4. Politik = Hukm al-Jahiliyah                 al-Maidah(5) : 50

(catatan penulis: jadi jahiliyah itu adalah semua sikap yang tidak didasari risallah Allah)

JAHILIYAH ADA SEBAGAI BAHAN PEMBANDING.

Bahwa semua kejelekan dan kebobrokan ada di jaman Jahiliyah. Dan semua keindahan dan kekuatan ada di masa Islam.

Sesungguhnya jejaring (kekuatan) Islam akan terurai satu per satu , apabila seseorang tumbuh sebagai Muslim tanpa mengenal jahiliyah” – Ummar bin Khattab

Perkataan sahabat dan khalifah Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam yang dijamin masuk surga oleh Allah inilah yang menjawab mengapa kita perlu paham tentang jahiliyah.

(catatan penulis: logikanya adalah bahwa kita sebagai manusia normal, akan tahu tentang sesuatu itu baik setelah kita mengenal ada sesuatu lain yang buruk. Sama halnya dengan siang dan malam >> kita bisa tahu saat ini adalah masa malam, setelah kita mengerti terlebih dahulu bahwa ada masa siang yang berbeda dari masa malam. Bukan berarti malam itu baik dan siang itu buruk. Ini hanyalah analogi tentang dua hal yang berlawanan, layaknya baik dan buruk, Islam dan Jahiliyah)

DAN MASA JAHILIYAH ITU MEMANG MASA SEBELUM DIUTUSNYA MUHAMMAD SHALALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM MENJADI NABI DAN RASUL

Karena secara agama, agama Nasrani yang banyak dipraktikkan oleh penganutnya di masa sebelum Islam adalah agama yang menyimpang dari tauhidnya.

(catatan penulis: inti pokok ajaran yang diturunkan oleh Isa ‘alaihi sallam dan Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah sama yakni tauhid, bahwa Tuhan adalah satu, yakni Allah yang Maha Menciptakan Manusia, dan yang mampu mematikan dan menghidupkannya kembali. Tuhan, Allah yang mempunyai langit dan bumi dan apa yang berada di dalamnya.)

Jahiliyah sangat mendominasi kehidupan manusia sebelum Islam. Sebabnya adalah jarak yang begitu jauh antara risalah Nabi Isa ‘alaihis sallam  dengan risalah Islam, yaitu sekitar 5 abad.

(Catatan penulis: dan Qodarallah, semua atas takdir Allah, bahwa Allah membiarkan penyimpangan terhadap ajaran Isa ‘alaihis sallam itu terjadi dan bahkan menuliskannya dalam Al Quran di surah Al Maidah ayat 72: “Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu”. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun“).

Dan masih ada ayat-ayat lain yang menyangkal tentang keimanan Nasrani pada saat Jahiliyah tersebut di Al Maidah 116, 117)

Karenanya ajaran Nabi yang benar sebelum Islam nyaris punah dan tidak dikenali lagi.

“Sesungguhnya Allah memandang kepada seluruh penghuni bumi, maka Allah murka kepada mereka semua, baik bangsa Arab maupun bukan bangsa Arab, kecuali sisa-sisa Ahlul Kitab” – HR. Muslim

Pada saat sebelum Islam, murid-murid utama Isa ‘alaihis sallam (sisa-sisa Ahlul Kitab) minggir ke pinggir kota karena ingin mengasingkan diri dari hiruk pikuk kebatilan kota. Sehingga yang di tengah kota, masyarakatnya tidak punya akses ilmu ajaran Isa ‘alaihis sallam yang sebenarnya. Kemudian muncul oportunis di tengah kota tersebut.

Hikmah dari kejadian hilangnya ajaran utama Isa ‘alaihis sallam adalah cara agar inti ajaran Islam tidak punah di masa mendatang adalah perlu dakwah Islam di tengah kota (catatan penulis: bisa juga tengah kota didefinisikan sebagai tengah kota versi online di media televisi, internet, radio).

Dan Islam juga perlu didakwahkan di tengah masalah manusia (catatan penulis: sebagai solusi masalah manusia) yakni di politik, ekonomi (catatan penulis: bahkan di masalah memasak pun perlu ada dakwah Islam: halal apa tidak daging ayamnya, sudah dipotong dengan Bismillah apa tidak -untuk membedakan halal atau tidaknya-, dari mana asal uang untuk membelinya, bagaimana tatacata memasaknya, dll)

**gambar fitur diambil dari http://rasulteladan.blogspot.co.id/2015/11/keadaan-ekonomi-dan-sosial-masyarakat_2.html **

Iklan

Ditulis oleh

Seorang Muslim. Seorang Ibu baru dari satu anak laki-laki (per sekarang :)) Memutuskan untuk memulai blogging sejak 2015 saat saya merasa butuh "bekerja" di samping tugas utama saya sebagai Ibu. Saya pernah bekerja di lingkungan kantoran di perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia selama 6 tahun lebih hingga tahun 2014. Pernah belajar Administrasi Bisnis juga. Dan belajar Teknik Informatika sebelumnya. Sekarang fokus "pekerjaan" saya di luar tugas utama adalah jualan dan manage blog katakanya.id ini.

One thought on “Praktik ekonomi bangsa Arab dan bagaimana itu bisa membuat dakwah Islam maju (kuliah sesi 1 – Akademi Siroh 2017)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s