cerita tentang hijab: Ibadah kita tidak diterima oleh Allah jika kita belum berhijab?

Cerita ini adalah cerita yang sangat inspiratif dari seorang teman. Katakanlah inisial namanya adalah AP. Saya biasa menyapa beliau dengan mba AP (tetep pake inisial 😁)

Beliau adalah seorang muslimah. Seorang Ibu hebat dari dua anak perempuan yang cerdas-cerdas dan cantik-cantik. Seorang Manager di Perusahaan Telekomunikasi terbesar di Indonesia (per Desember 2016). Dan seorang Dosen di salah satu universitas swasta di Jakarta.

Inti dari cerita beliau tentang memakai hijab adalah “kalau udah ada keinginan, harus langsung hajar bleh“. Tidak perlu terlalu banyak pertimbangan. Tidak perlu terlalu memikirkan apa kata orang.

She said “it took me 4 years” untuk akhirnya mengenakan hijab. Dan beliau menyesal mengapa tidak dilakukan dari dahulu, saat keinginan itu pertama kali muncul.

“Apa yang membuat emba berpikir untuk entar dulu?”

“Takut, Kanyaaaa. Takut jadi aneeh. Takut jadi keliatan kayak ibu ibu hahaha. Duniawi banget ya”

Well, mba AP, mba AP nggak sendirian banget. Aku pun pernah berpikiran seperti itu saat pertama kali menimbang untuk menggunakan hijab atau enggak.

“Takut pandangan orang-orang juga. Takut orang-orang jadi menjauh. Ga penting pokoknya”

Beliau menceritakan juga tentang betapa naik dan turunnya kenginan untuk mengenakan hijab tersebut:

 

  1. Jaman kuliah

Beliau sudah mulai terbersit untuk mengenakan hijab sejak beliau duduk di bangku kuliah beberapa puluh tahun yang lalu.

Tapi ada salah satu temannya beliau yang mengutarakan ketidaksetujuannya. Katanya nanti bisa “nggak laku“.

Plus jaman saat beliau kuliah dahulu, yang pakai hijab masih terhitung sangat sedikit sekali, sehingga support mental dari teman yang sama tidak cukup untuk menguatkan tekad beliau.

Kemudian keinginan menggunakan hijab tersebut hilang ditelan kesibukan sehari-hari.

2. Sampai akhirnya momen umrah beliau di tahun 2012

Ada ustadzah Halimah yang ceramah yang membuat beliau menangis.

Salah satu kata-kata Ustadzah yang membuat beliau menangis adalah “Ya Allah … begitu banyak yang sudah Engkau berikan kepadaku … tapi apa yang sudah kuberikan untukMUU”

“Saat itu aku langsung bengong … mikir … apa yang aku berikan untuk menunjukkan kalau aku cinta sama Allah … trus yang terbersit adalah berhijab. Aku harus berhijab”

“Tapi gitu deh, Nya, pulang dari sana, ilang lagi momennya”

3. Ketemu sama orang pas training di Bandung

“Mba Pusporiny namanya. Dia orangnya rame, supel, cantik dan berhijab”

“Dia cerita bahwa dia baru-baru aja pakenyatrus dia bilang, pas momennya datang lagi, langsung pake aja mba AP”

4. Momen dengan Mia Nur Indah

“Sebenarnya Mia Nur Indah juga berperan banget disini”

“Pada suatu hari, dia posting di facebook … ‘buat sahabat muslimah …’ inti postingannya adalah, jangan sampai ibadah yang sudah kita lakukan tidak diterima, karena kita belum memenuhi kewajiban berhijab … itu jleb banget. Dan bikin aku takut si sebenernya”

5. Ramadhan tahun 2013

“Pokoknya aku selalu punya target, ramadhan tahun 2013 harus udah pake

“Kemudian momen itu pun lewat”

6. Umur 40 tahun

“Pokoknya pas umur 40 tahun harus udah pake

“Kemudian momen itu pun lewat”

7. Ramadhan tahun 2016

“Target pake pas bulan Ramadhan selalu ada tiap tahunnya. Nah, pas tahun 2016 ini, niatnya awal Ramadhan langsung pake. Tapi belum berani juga. Karena pas pake, kok kayak nggak pantes.. jadi aneh”

Kemudian Ramadhan 2016 telah lewat seminggu.

“Makin sedih rasanya .. Apalagi kalau lihat Ninies, Isma, Mira, Tata, Annisa itu rasanya enak. Aku jadi ngerasa kayak alien”

“Aku ga merasa belong kalo deket2 mereka … sampai akhirnya ga tahan, sampai merasa kayak telanjang gitu”

“Pada saat itulah, aku menguatkan diri. Berdoa minta Allah kuatkan, minta tolong Allah supaya berani”

“Akhirnya hari Senin, pas mau ke kantor. Lupa tanggalnya. Pake nih… gagal lagi … hehehe, karena ga bisa. Jadinya aneh gitu

Terus berdoa lagi, minta Allah mampukan untuk bisa pake.

“Besoknya dengan gampangnya bisa pake… Subhanallah … langsung jago gitu deh

“Akhirnya pake deh ke kantor … dan Alhamdulillah .. ketakutan aku ga beralasan sama sekaliiiiiiiii

“Aku malah merasa lebih pede pake hijab … dan sambutan orang-orang juga baik bangeeeet

even sampee sekarang”

Trus rasanya kepala aku tuh kayak enak banget

“Itu godaan setannya berat yaaa

“Tapi Allah itu ga pernah ninggalin kita ya … begitu banyak pertolonganNYA …”

 

Sebenernya, penting nggak sipake hijab itu?

…  Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka dan ….(QS. An-Nur : 31)

 

”Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin,”Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak di ganggu.” (QS. Al Ahzab : 59)

 

Wahai Asma ! Sesungguhnya wanita jika sudah baligh maka tidak boleh nampak dari anggota badannya kecuali ini dan ini (beliau mengisyaratkan ke muka dan telapak tangan).[HR. Abu Dâwud, no. 4104 dan al-Baihaqi, no. 3218. Hadist ini di shahihkan oleh syaikh al-Albâni rahimahullah]

 

 

Dan benarkah wanita yang tidak berhijab itu ibadahnya tidak diterima oleh Allah subhana wa ta ‘ala?

Coba saya copy paste-kan disini jawaban dari pertanyaan itu, diambil dari fiqhmenjawab.net:

Saya seorang muslimah yang tidak memakai jilbab. Apakah Allah menerima salat dan puasa saya?

Jawaban:

Memakai pakaian islami bagi seorang muslimah adalah suatu kewajiban yang ditetapkan oleh Allah. Seorang muslimah diharamkan menampakkan anggota tubuhnya yang oleh syarak diperintahkan untuk ditutupi dari pandangan lelaki asing. Pakaian islami adalah sebuah pakaian yang menutup semua bagian tubuh kecuali wajah dan kedua telapak tangan dengan memenuhi tiga syarat, yaitu tidak menampakkan bagian tubuh, tidak membentuk lekuk tubuh, dan tidak transparan.

Adapun kewajiban-kewajiban di dalam agama Islam, maka ia tidak bisa saling menggantikan. Oleh karena itu, orang yang melakukan salat misalnya, tetap tidak boleh meninggalkan puasa. Begitu pula seorang muslimah yang berpuasa tidak diizinkan meninggalkan pakaian islami.

Seorang muslimah yang melakukan salat dan puasa namun tidak memakai pakaian islami, yang diperintahkan oleh Allah, maka dia telah beruat baik dengan salat dan puasanya itu, namun dalam waktu yang sama ia telah berdosa karena tidak memakai jilbab yang wajib ia pakai. Adapun mengenai diterima atau tidaknya sebuah ibadah yang dilakukan oleh seseorang maka Allah-lah yang menentukannya.

Namun, walau bagaimanapun, seorang muslim harus berprasangka baik kepada Allah, meski dia telah melakukan dosa atau perbuatan maksiat. Dia juga hendaknya mengetahui bahwa merupakan rahmat dan kasih saying Allah Ta’ala kepada hamba-Nya, Allah berkenan menghapuskan perbuatan buruk hamba-Nya dengan perbuatan baik yang dia lakukan, bukan sebaliknya. Hendaknya dia membuka lembaran baru dengan Tuhannya dengan melakukan amal-amal saleh yang merupakan jalan menuju Allah dan memperoleh ridha-Nya.

Seorang muslimah yang dianugerahi Allah dengan dapat menunaikan ketaatan berupa kesinambungan dalam melakukan salat dan puasa di bulan Ramadhan, hendaknya bersyukur kepada Allah dengan menunaikan kewajiban-kewajiban lain yang dia tinggalkan. Karena diantara tanda diterimanya kebaikan adalah mendapatkan kemudahan dan pertolongan untuk melakukan kebaikan-kebaikan lain setelah itu.

Wallahu subhanahu wa ta’ala a’lam

Sumber: Lembaga Fatwa Mesir (dar-alifta.org.)

 

Bagi teman-teman perempuanku sekalian, semoga Allah merahmatimu!

Bagi mba AP yang mengidekan tulisan ini dan membiarkan cerita berhijabnya menjadi inspirasi bagi orang lain, semoga Allah merahmatimu dan mengganjarmu dengan surgaNYA di akhirat nanti. Aamiin.

 

(gambar fitur diambil dari 123rf.com)

Iklan

Ditulis oleh

Seorang Muslim. Seorang Ibu baru dari satu anak laki-laki (per sekarang :)) Memutuskan untuk memulai blogging sejak 2015 saat saya merasa butuh "bekerja" di samping tugas utama saya sebagai Ibu. Saya pernah bekerja di lingkungan kantoran di perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia selama 6 tahun lebih hingga tahun 2014. Pernah belajar Administrasi Bisnis juga. Dan belajar Teknik Informatika sebelumnya. Sekarang fokus "pekerjaan" saya di luar tugas utama adalah jualan dan manage blog katakanya.id ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s