7 tips cara jualan di instagram

Kami baru saja menerbitkan satu brand clothing terbaru. Segmennya untuk anak-anak cowok dengan range umur 1 – 7 tahun. Dan produk yang ditawarkan adalah baju koko dan baju gamis untuk anak cowok dengan design simple dan stylish. Sebut saja nama akun instagramnya adalah qoqo.qomis.kids 😀

Walaupun belum jadi smashing hits di instagram, tapi menurut kami qoqo.qomis.kids ini sudah punya track record yang lumayan (so far).

Indikatornya adalah:

  1. Satu bulan sejak 2 September 2016 yang lalu, total baju koko dan baju gamis yang sudah terjual adalah 1/3 dari total stock baju yang diproduksi di awal.
  2. Dan sejak sebulan yang lalu pula itulah, follower kami di istagram sudah mencapai 650an per 6 Oktober 2016 ini

Hehe, for some, it may be just tiny accomplishments compared to what they ve already achived, tapi it’s big thing for us di qoqo.qomis.kids, Alhamdulillah. Maklum emak-emak pebisnis pemula.

Dan karena kami hanya fokus untuk jualan melalui media sosial (main tool-nya di instagram dan pelengkap di facebook dan path) maka kami sekarang mau menuliskan 7 langkah jualan di Instagram yang kami lakukan untuk mencapai 2 “prestasi” tadi: 1. By Friends

Bagaimanapun, family and friends adalah customer kita yang utama dan yang pertama, bagi kita yang jualan melalui media sosial. Apalagi jika kita bukanlah public figure atau selebgram, teman dan followers kita di media sosial tentunya adalah teman dan keluarga dekat kita.

Mungkin mereka adalah customer utama kita karena produk yang kita jual dapat fit dengan kebutuhan dan keinginan mereka.

Namun ada kalanya mereka adalah penyambung pesan marketing kita ke temannya atau ke keluarganya juga tentang keberadaan produk kita.

Jadi menurut saya, grup”ring satu” ini menjadi komunitas yang tak bisa dielakkan menjadi lahan pertama dan lahan utama jualan kita.

FYI,  satu per tiga dari total jualan baju koko dan baju gamis kami ini dibeli oleh “ring satu” ini.

 

2. By Endorsement

Nah,  influencer itu memang diperlukan di segala sisi kehidupan. Dalam kehidupan saja, kita butuh sosok panutan yang bisa mempengaruhi bagaimana kita menjalani hidup. Apalagi dalam sisi “cuma” cara berpakaian untuk anak cowo kita 🙂

FYI, kemarin kami meminta bantuan salah satu selebgram yang memiliki anak cowo untuk menggunakan salah satu baju gamis kami. Yah, walaupun biaya endorsement-nya “hanya” balik modal saja, tapi lumayanlah, followers  juga bertambah.

Tips mencari endorser adalah:

  • pastikan followers instagram nya lebih dari 10k
  • atau pastikan beliau punya / berkecimpung di dalam komunitas yang rajin melakukan kegiatan regular
  • pastikan beliau aktif dalam posting sesuatu di instagram
  • pastikan posting-an beliau itu mendapat engagement yang bersifat “personal” dari followers-nya (bukan komen jualan yang lain lagi maksudnya, seperti komen dari peninggi_pelangsing gitu :D)
  • pastikan beliau juga berinteraksi dengan komen-komen-nya

FYI, kadang “harga” endorsement jumlah banyaknya followers juga belum tentu berbanding lurus. Yang followers-nya ratusan ribu bisa memasang rate lebih rendah daripada yang followers-nya “hanya” puluhan ribu. Jadi yaa, saya si, saya terima aja.

Oia, hasil dari endorsement yang dilakukan oleh qoqo.qomis.kids kemarin menghasilkan 1/3 dari total penjualan per 6 Oktober 2016 ini.

 

3. By Following Endorser’s Followers

Ini tujuannya untuk punya lebih banyak followers.

Jadi setelah kita memilih siapa endorsers kita (atau enggak. Enggak juga nggak apa, pilih aja secara random selebgram yang ada dan nggak harus jadi endorser kita), selanjutnya adalah follow semua followers-nya dia.

Logikanya adalah:

  • Kita memilih endorser itu karena kita merasa beliau memerlukan / menginginkan produk jualan kita.
  • Dan kita merasa bahwa beliau mempunyai profile yang sama dengan profile customer kita.
  • Dan kemudian, followers dari endorser kita itu mau mem-follow seseorang karena ingin tahu informasi atau updates dari sosok yang di-follow-nya
  • Sehingga profile followers-nya itu menjadi cocok dengan profile customer kita
  • (yang bingung silakan angkat tangan)

Seberapapun jumlah followers dari endorser kita tersebut, misal ratusan ribu, lakukan tekan tombol followThey will follow you backwell if not all, at least some will do.

 

4. By Following Competitor’s Followers

Ini juga tujuannya untuk menambah followers dari akun instagram jualan-mu.

Cari siapa kompetitor dari merek jualan-mu. Kemudian mulai follow semua followers dari akun kompetitormu tersebut.

Dengan logika yang sama dengan logika following followers di poin 3 di atas, maka akun instagram teman-teman akan mendapat followers baru.

FYI, untuk qoqo.qomis.kids yang menjual baju gamis dan baju koko untuk anak laki-laki mempunyai kompetitor dengan nama akun instagram @geraialfatihkids .

Akun instagram tersebut juga menjual baju koko dan baju gamis untuk anak laki-laki, selain dari baju anak-anak yang lain. Dan memang followers dari akun jualan ini berjumlah puluhan ribu, karena owner-nya adalah salah satu selebriti Indonesia.

Nah, idealnya adalah followers dari akun kompetitor tersebut mempunyai profile followers yang sama dengan profile customer yang ditargetkan oleh kita.

So, better to give it a try.

 

5. Keep on Following people with the same profile as our market segment

Masih dengan tujuan utama untuk menambah followers.

Kayaknya nggak perlu diceritakan panjang-panjang karena intinya sama dengan poin no #3 dan no #4.

Kalau kita sedang strolling around instagram feed, terutama di feed dari akun yang tidak kita follow, coba cek isi postingan-nya. Kalau profile-nya cocok, just follow.

Untuk case qoqo.qomis.kidskalau ada akun instagram yang ada gambar anak cowok-nya, kita pasti langsung followhehe

 

6. Maintain follower

Setelah poin #3,#4, #5 dilakukan dan mendapat tambahan follower yang berjumlah lumayan (jumlah banyak atau sedikitnya itu relatif ya), yang dilakukan kemudian adalah: ambil kepercayaan followers kita dengan sepenuh hati, berterima kasih kepada mereka karena mereka percaya saya kita bahwa kita akan memberikan informasi atau updates menarik kepada mereka dan MULAI MAINTAIN MEREKA.

Kenapa sih mereka mau follow akun jualan kita? Good Content is the Key.

Menurut saya, untuk menjawab good content itu kayak gimana? adalah kembali bertanya kepada diri sendiri pertanyaan berikut

“kalau saya follow orang, apa yang saya harapkan dari orang tersebut berikan di timeline saya?”

Dan ini adalah jawaban pribadi dari pertanyaan di atas:

  1. Informasi tentang suatu tema tertentu
  2. Updates /news dari orang tersebut (bisa cara hidup atau yang lainnya yang bersifat personal (dan menarik))
  3. tips atau life hack suggestion

Dan itulah yang saya sarankan untuk diberikan kepada followers teman-teman.

Untuk kasus qoqo.qomis.kidskami berusaha untuk memberikan:

  1. Informasi tentang toddler parenting dan informasi tentang Al Quran dan hadist shahih kepada followers kami
  2. Kemudian kami juga berusaha memberikan personal updates dari apa yang dilakukan qoqo.qomis.kids di balik layar
  3. Dan kemudian jika ada tips atau life hack suggestion tentang parenting, maka kami pun akan share juga

Dan karena sosial media yang kami gunakan adalah sosial media yang berbasis visual (gambar), maka kami usahakan semaksimal mungkin untuk memuat content gambar yang menarik dan caption yang mendukung juga.

 

Demikian 7 tips jualan di instagram ala ala. Semoga bermanfaat.

Selamat berjualan, creatives!

 

Iklan

Ditulis oleh

Seorang Muslim. Seorang Ibu baru dari satu anak laki-laki (per sekarang :)) Memutuskan untuk memulai blogging sejak 2015 saat saya merasa butuh "bekerja" di samping tugas utama saya sebagai Ibu. Saya pernah bekerja di lingkungan kantoran di perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia selama 6 tahun lebih hingga tahun 2014. Pernah belajar Administrasi Bisnis juga. Dan belajar Teknik Informatika sebelumnya. Sekarang fokus "pekerjaan" saya di luar tugas utama adalah jualan dan manage blog katakanya.id ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s