Meneladani masa kecil Rasulullah shalallahu alaihi wa salam

Tulisan ini adalah tulisan yang pernah saya posting di tahun 2014 sebelumnya di slideshare di sini dan saya copypaste-kan kembali di blog ini sekarang.

Dan tulisan ini terinspirasi dan adalah rangkuman dari buku dengan judul “The Great Story of Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam”

Tulisan ini dibagi menjadi 6 bagian cerita, dimulai dari cerita bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wa salam adalah panutan hingga daftar pustaka sumber informasinya.

1. Bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam itu teladan

2. Kehidupan awal Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam dibagi menjadi 4 periode:

  • periode bayi 0-3 tahun
  • periode anak-anak 6-12 tahun
  • periode baligh 14-25 tahun
  • periode menjelang kenabian >= 35 tahun



3. Dan cerita tentang kehidupan Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam dari buku the great story itu digabung dengan pengalaman membesarkan anak dari seorang muslimah lain yang juga mendidik anak-anaknya berdasarkan contoh Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam.

Nama beliau Ibu Septi Peni Wulandari, yang merupakan pendiri ibuprofesional.com.


4. Dan selain dari buku “The Great Story of Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam” dan cerita pengasuhan anak dari Ibu Septi, dirangkum juga ilmu perkembangan otak anak dari buku “HypnoCreativa”



5. Dan ketiga sumber tadi dirangkum kembali untuk disambungkan antara cerita masa kecil Muhammad Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam + cerita pengasuhan Ibu Septi + dan Ilmu perkembangan otak.

Hasilnya adalah tabel di bawah ini:

Sedikit tambahan tentang usia emas 0-3 tahun dari seorang anak. 

Saya pribadi pernah join sekolah Shichida yang fokus pada pengembangan otak kanan anak-anak usia dini (sekolahnya sudah menerima murid berusia 6 bulan).

Menurut teori Prof. Shichida yang mengembangkan metode sekolah tersebut, otak kanan seorang anak itu berkembang maksimal dan tidak akan pernah berulang lagi di masa-masa usia 0-5/7 tahun. 

Saat itulah anak-anak memiliki data tangkap ilustratif yang sangat cepat. Otaknya akan memproses gambar dengan kecepatan tinggi.

Sehingga teknik yang digunakan dalam metode ini adalah teknik flash card. Kartu bergambar yang dibacakan dalam waktu yang cepat. Dan akan optimal diberikan di usia anak 0-3 tahun.

Saat anak saya sempat mengikuti training metode shichida tersebut, ada banyak gambar dalam bentuk kartu yang diberikan ke anak saya dalam waktu yang cepat, kecepatannya 1 detik per satu kartu maksimal. It is said to be the insertion period.

Nanti saat sudah 2 bulan-an melakukan insertion flash card – flash card tersebut, anak-anak itu akan bisa menunjukkan gambar sesuai dengan deskripsinya dengan tepat.

Teori flash card dan otak kanan tersebut sejalan dengan informasi dari ketiga sumber di atas. Bahwa pikiran bawah sadar anak mendominasi hidupnya dan semua informasi dari luar akan diserap bulat-bulat.

Yang dapat diambil kesimpulan dari metode Shichida dan ketiga informasi tadi adalah bahwa mau jadi apa dan bagaimana anak tersebut di kemudian hari, fase insertion di periode usia 0-3 tahun adalah masa yang perlu dioptimalkan.
Misalnya, anak saya dicita-citakan menjadi ahli Al Quran, in sha Allah, maka pada masa insertion inilah ayat-ayat Al Quran perlu di-insert-kan ke dalam diri anak tersebut. Dengan rajin didengarkan ayat-ayat Al Quran misalnya.
6. Dicantumkan pula daftar pustakanya


Sekian repost tulisan dahuluu … 

Semoga bermanfaat

Tetap bersemangat, Mommies!

Iklan

Ditulis oleh

Seorang Muslim. Seorang Ibu baru dari satu anak laki-laki (per sekarang :)) Memutuskan untuk memulai blogging sejak 2015 saat saya merasa butuh "bekerja" di samping tugas utama saya sebagai Ibu. Saya pernah bekerja di lingkungan kantoran di perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia selama 6 tahun lebih hingga tahun 2014. Pernah belajar Administrasi Bisnis juga. Dan belajar Teknik Informatika sebelumnya. Sekarang fokus "pekerjaan" saya di luar tugas utama adalah jualan dan manage blog katakanya.id ini.

3 thoughts on “Meneladani masa kecil Rasulullah shalallahu alaihi wa salam

  1. Assalamualakum Bu, saya tertarik mengenai pengalaman Ibu mengikutkan anak ke Sichida. kalau boleh tau, dari pengalaman Ibu, apakah ada efek negatif dari metode Sichida ini? dan apa pengaruh terbesar yang anak Ibu dapat setelah mengikuti Sichida?

    Terima kasih.
    Bisma (ayah dari anak laki-laki berusia 4 tahun).

    Suka

    1. Wa alaykumsalam

      Untuk informasi awalan, saya mengikutkan anak di shichida hanya sebentar, periode anak saya berumur 9 bulan hingga 15 bulan (mohon maaf saya pun lupa tepatnya berapa lama), yg saya ingat sichida masih di kantor di daerah kemang dan dalam persiapan pindah ke kantor Dharmawangsa

      1. Secara overall, pendekatannya bagus ke anak karena berusaha mengoptimalkan perkembangan otak kanan, mengoptimalkan potensi visual anak dengan flash card dan keterampilan bergambar lain (dengan visualize image misalnya)

      2. Hanya saja, saya masih berusaha mengerti ttg konsep sichida di bagian ESP (extra sensory perception), dimana dalam latihan, anak diposisikan pada pilihan untuk memilih boneka beruang kecil merah atau beruang biru di dalam trmpat tertutup, dan diusahakan menebak tipe beruang warna apa yg dipegang oleh fasilitator. Semacam telepati. Dan itu bisa dilatih, seperti yg disebutkan oleh fasilatornya.

      Saya pun berusaha membaca buku “children can change through right brain education” oleh Makoto Shichida dan saya masih belum bisa mengerti konsepnya.

      Beberapa metode shichida yg saya masih belum dapat mengerti konsepnya inilah, yg membuat saya tidak melanjutkan ke shichida.

      3. Dan satu hal lagi yg membuat saya menarik anak saya untuk tidak ikut kelas shichida lanjutan adalah, karena saya pribadi (sebagai muslim) baru mengerti ttg hukum haram thd alat musik yg hadist nya shahih, shahih bukhari, dan salah satu metode shichida memang menekankan pada musik dan alat musik.

      Menjawab pertanyaan Bapak:
      A. Adakah efek negatif? Sejauh ini, saya merasa tidak ada efek negatif dari shichida kepada anak saya, kecuali penyesalan saya terhadap pengenalan alat musik kepada anak saya

      B. Pengaruh terbesar yg didapat anak saya setelah mengikuti shichida? Saya pun tidak melihat ada satu hal yg signifikan yg melekat di anak saya hingga kini yg berasal dari shichida

      Demikian penjelasan saya, semoga berguna untuk Bapak dan Keluarga

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s