7 alasan wanita muslimah perlu berbisnis (dan link referensi bacaan marketing menarik)

1. Itulah yang Khadijah lakukan

Menjual barang dagangan. Itulah yang dilakukan oleh sosok yang dicinta Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wa sallam. Sosok yang dirindukan oleh manusia paling berpengaruh no #1 di dunia.

Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam memang manusia panutan dan teladan seluruh umat manusia, tapi lihatlah siapa yang dia sangat cinta sehingga setelah yang dicintanya itu meninggal, beliau selalu menyebut-nyebutnya hingga membuat orang lain (Aisyah RhadhiAllahu anhu) iri.

Lihatlah siapa yang bisa membuat orang yang selalu berkata tanpa menggunakan nafsunya itu, bisa menyembelih kambing dan dibagi-bagikan kepada sahabat-sahabat karib Almarhum istrinya.

Terkadang sebagai wanita, kita perlu juga sosok manusia teladan yang berjenis kelamin sama seperti kita. Dont get me wrong, Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam tetap menjadi sosok teladan utama, sosok Khadijah RhadhiAllahu anhu menambahkan contoh teladan untuk wanita.

Jadi kalau sosok wanita teladan kita merupakan sosok yang aktif berdagang, mungkin kita perlu juga mencontoh beliau dari sisi kehidupan yang ini.

Menurut blog ini , salah satu rahasia sukses Khadijah RhadhiAllahu anhu dalam bisnisnya adalah dengan tidak menimbun hartanya dan membuatnya menjadi produktif, plus beliau mendelegasikan pekerjaannya ke pihak yang kompeten sehingga beliau bisa fokus berpikir untuk kemajuan bisnisnya di masa mendatang.

2. Memberi contoh pada anak-anak.

Sebagai madrasah utama anak, seorang Ibu perlu berbisnis untuk memberi contoh pada anaknya.

Siapa tahu anaknya ada yang mempunyai bisnis yang melingkupi hajat hidup orang banyak sehingga semua orang bergantung pada bisnis tersebut sehingga mengkokohkan kedudukan Islam di dunia sehingga memudahkan umat Muslim untuk beribadah menuju Surga.

Pernah mendengar kalau pegawai Gramedia nggak boleh pake jilbab? Atau pegawai rumah sakit Siloam juga nggak boleh pake jilbab?

That is what i am talking about having business with influence 🙂

3. Menjadi Aktif dan kreatif, pikiran ter-challenged

Dengan berusaha mencari supplier yang murah dan berkualitas, dengan mencari cara marketing yang menuju ke target pelanggan dengan biaya yang optimal, dengan berpikir berapa jumlah barang yang perlu diproduksi agar tidak terlalu banyak ada slow moving items, pikiran akan ter-challenged untuk menjadi aktif dan kreatif menyelesaikan masalah bisnis tersebut.

4. Berkontribusi ke masyarakat

Dengan mencari supplier, dengan memproduksi barang, dengan membuka toko dan berjualan, akan banyak pihak yang bekerja dan tidak menganggur.

In the long run and in the big scale, bisnis teman-teman bisa meningkatkan ekonomi suatu negara lho.

5. Tetap update dengan berita terkini

Sebagai pengusaha yang perlu informasi pasar dan keadaan demografi pelanggan, termasuk trend apa yang sedang berlangsung sekarang-sekarang ini, otomatis pebisnis muslimah akan selalu update dengan informasi terkini.

6. Bisa jadi ajang memperbaiki diri

Dengan kita bertemu banyak orang dengan bermacam-macam karakter, kita bisa berkaca dengan mereka tentang seperti apa kita dan bagaimana kita bisa memperbaiki diri kita.

Terkadang kalau kita bertemu dengan orang yang menurut kita “menyebalkan” dan pada akhirnya kita ngedumelkok dia begitu sih, bisanya kok hanya melihat sesuatu dari sisi negatifnya”.

Coba deh lihat lagi, kenapa kita bisa tahu dengan pasti apa “hal jelek” yang dia lakukan. Mungkinkah karena kita juga seperti itu dan melakukan hal sama? Sehingga kita jadi tahu banget dan mengerti apa yang dia lakukan

Nahhhhh. Things you point bad on others are things you do them yourself, dont you? At least, I do.


7. Kaya – Punya penghasilan sendiri hahaha

Hehehe. As the name resound, dengan berbisnis kemungkinan kita untuk menjadi kaya dan mempunyai penghasilan sendiri akan lebih besar.

Just that clear and obvious. 


Those are all! 7 alasan kita perlu berbisnis.

Dan sebagai penutup, ini saya menemukan artikel menarik tentang sudut pandang marketing untuk middle class moslem yang cocok diterapkan untuk pasar Indonesia, yang mayoritas masyarakatnya Muslim dan punya jumlah middle class-nya yang semakin meningkat >> disini

Happy business, happy life, creatives!

Iklan

Ditulis oleh

Seorang Muslim. Seorang Ibu baru dari satu anak laki-laki (per sekarang :)) Memutuskan untuk memulai blogging sejak 2015 saat saya merasa butuh "bekerja" di samping tugas utama saya sebagai Ibu. Saya pernah bekerja di lingkungan kantoran di perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia selama 6 tahun lebih hingga tahun 2014. Pernah belajar Administrasi Bisnis juga. Dan belajar Teknik Informatika sebelumnya. Sekarang fokus "pekerjaan" saya di luar tugas utama adalah jualan dan manage blog katakanya.id ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s