Jualan fnb di popup market jakarta? Untung nggak sih? (sebuah studi kasus)

Teman-teman sering datang ke pop up market di Jakarta (dan sekitarnya)?

Suka sama ambience nya yang anak muda dan kekinian? Plus kagum sama penjualnya yang masih muda-muda tapi bisa produksi apparel atau food&beverage (fnb) yang bagus dan enak?

Mereka untung nggak ya kalo jualan?

Bisa kita amati tiru dan modifikasi (ATM) nggak ya jualannya?

Yes! Artikel kali ini akan membahas sisi finansial dari berjualan fnb di popup market daerah Jakarta dan sekitarnya.

Dalam artikel ini, kita akan membahas:

  1. tipe-tipe fnb yang dijual di kebanyakan popup market sekarang
  2. sample tipe fnb yang mau kita lihat untung atau tidaknya
  3. rencana lokasi popup market tempat berjualan
  4. kalkulasi perhitungan cost / biaya
  5. kalkulasi perhitungan pendapatan dan untung/rugi

#1 Tipe-tipe produk fnb yang dijual di popup market Jakarta

Untuk food-nya:

  • ada yang berjualan styled rice plus jeroan atau dengan protein ayam atau daging
  • ada yang jualan makanan meksiko seperti tacos, burritos, enchilada, nachos, quesadilla
  • ada juga yang berjualan salad
  • ada yang berjualan nasi pecel
  • ada yang berjualan nasi rendang
  • takoyaki
  • korean street food
  • berbagai jenis-jenis burger
  • waffle dengan toping protein savory
  • jenis-jenis sushi
  • styled rice versi Jepang
  • macam-macam tempura
  • paru goreng kering
  • berbagai variasi meatball
  • berbagai variasi sandwich
  • berbagai variasi pastel dan risoles
  • bakpao

Basically semua jenis masakan yang bisa on-the-go.

Banyak juga yang berjualan food jenis sweet atau desert

  • ada yang berjualan martabak atau martabak brownies atau varian martabak lain yang dimodifikasi
  • panacotta
  • puding
  • french pastries
  • cookies
  • sweet waffles
  • variasi ice cream dengan berbagai packaging menarik (misal dengan membentuk plant pot)

Dan untuk jenis beverage-nya:

  • cold pressed juice
  • coffee to go, dan dengan berbagai macam variasi packaging
  • variasi thai tea, bubble tea, fruit tea dengan packaging yang menarik (misal dengan menggunakan tabung infus)


#2 Sample tipe fnb yang akan kita lakukan riset

Kita akan berasumsi bahwa kita akan berjualan makanan naSi saMBAl mANIS – “si mba anis” 😬

Jadi karbohidratnya nasi. Packaging-nya dibuat ber-layer ke atas dengan protein dan sambalnya diletakkan di atas nasinya.

Oleh karena itu packaging-nya dipilih yang plastik (food grade) yang berwarna bening, sehingga layer-nya dapat terlihat. Ini bagian dari teknik marketing juga.

Layer kedua setelah karbohidratnya adalah protein pilihan. Artinya pelanggan dapat memilih tipe protein apa yang ingin disantap. Pilihannya ada : ayam, gading sapi atau paru sapi.

Layer ketiga dari “si mba anis” adalah telur ceplok sempurna. Jenis protein yang lain.

Baru setelah itu, di layer paling atas, ada tuangan sambal manis yang jadi ciri khas.


#3 Rencana lokasi popup market -nya

Pada dasarnya semua EO popup market yang membuat event di Jakarta dan sekitarnya mempunyai target segmen yang sama, yakni : active young, dalam range umur 20-30 tahun, sehingga pastikan makanan atau minuman yang dijual oleh teman-teman mempunyai daya tarik unik khas anak muda.

Dan saran saya, coba pilih EO popup market yang masih tergolong baru namun punya konsep yang menarik dalam menggelar acaranya (hal ini bisa dilihat dari content feed instagram-nya atau cara mereka menyusun proposal).

Kenapa cari yang baru? Karena harga booth-nya akan relatif murah dibandingkan yang sudah established.

Lebih lengkap tentang rekomendasi daftar EO popup market di Jakarta dan sekitarnya bisa dilihat disini.

Untuk case “si mba anis” ini, kami lebih memilih untuk ikut event-nya @popupnationid.


#4 Kalkulasi perhitungan biaya

Perhitungan biaya di bawah ini dibagi menjadi 2 tipe perhitungan:

  1. Perhitungan total biaya per serving makanan
  2. Dan perhitungan total biaya per 50 porsi

Kenapa perlu ada 2 macam perhitungan
Karena alasan economic of scale.

Semakin teman-teman memproduksi barang jualan dalam produksi besar kemudian dipotong-potong untuk dijual dalam porsi yang lebih kecil per serving-nya, nantinya harga per serving-nya akan menjadi lebih murah.

Hal itulah yang membuat total biaya produksi pabrik yang membuat barang dalam porsi besar mempunyai biaya per piece-nya lebih kecil dibandingkan biaya produksi rumahan ataupun handmade.

Perhitungan biaya per serving ini adalah untuk memberikan gambaran kasar, “berapa sih biaya produksi per satu mangkok makanan”. 

Gunanya supaya nanti teman-teman bisa bandingkan dengan harga jual yang diinginkan. Termasuk berapa untung yang mau diambil.

Biaya “si mba anis” per serving terdiri dari:

(Riset dilakukan di bulan Februari 2016)

a. Mangkok plastik 400 ml – idr 1420 per serving

Supplier : juraganplastik

Kalo beli langsung 500 pieces, harganya lebih murah 5.6%

b. Sendok plastik – idr 280 per serving

Supplier : juraganplastik

c. Nasi – idr 3000 per serving

d. Protein

  • ayam (1 ayam dibagi 4) – idr 5000 per serving
  • daging (50 gr per serving)- idr 5500 per serving
  • paru (100 gr per serving) – idr 4800 per serving

e. Telor ceplok – idr 1300 per serving

f. Cabe merah keriting (2kg x 24000 idr per kg dibagi 12 porsi) – idr 4000 per serving

g. Cabe merah besar (1kg x 17000 idr per kg dibagi 12 porsi) – idr 1500 per serving

h. Bawang merah (1kg x 16000 idr per kg dibagi 12) – idr 1500 per serving

i. Bawang putih (1/2 kg x 19000 idr per kg dibagi 12) – idr 800 per serving

j. Terasi, garam, gula, minyak, gas – idr 1000 per serving

k. Stiker – idr 1000 per serving

TOTAL biaya per serving “si mba Anis” idr 20800

Perhitungan total biaya “si mba anis” per 50 serving adalah sebagai berikut:

Asumsinya ada 20 porsi nasi ayam, 15 porsi nasi daging dan 15 porsi nasi paru.

a. Mangkok 50 pieces – idr 71000

b. Sendok plastik 50 pieces – idr 14000

c. Nasi 17 liter – idr 170000

d. Ayam 5 ekor + daging 750 gr + pari 1500 gr = idr 100k + idr 82500 + idr 72000 = 254500

e. Telur 3 kg = idr 66000

f. Cabe merah keriting 2 kg – idr 48000

g. Cabe merah besar 1 kg – idr 17000

h. Bawang merah 1 kg – idr 16000

i. Bawang putih 1/2 kg – idr 9500

j. Terasi, gula, garam, gas – idr 50000

k. Stiker – idr 50000

Total biaya untuk 50 porsi = idr 766000


#5 Kalkulasi perhitungan pendapatan dan untung/rugi

(Harga modal booth di bawah adalah harga per Oktober 2015 dan harga jual per serving adalah idr 40,000)

Misal kita masak untuk porsi sebanyak 200:

Modal makanan & packaging = 3,064,000

Modal booth = 4,500,000

Modal property booth = 500,000

Total biaya = 8,064,000

Jika semua Sold out, revenue = 8,000,000

Untung = 0

Dimisalkan lagi kita masak untuk porsi sebanyak 300:

Modal makanan & packaging = 4,596,000

Modal booth = 4,500,000

Modal property booth = 500,000

Total biaya = 9,596,000

Sold out, revenue = 12,000,000

Untung = 2,000,000

Misal kita masak untuk porsi sebanyak 350:

Modal makanan & packaging = 5,362,000

Modal booth = 4,500,000

Modal property & booth = 500,000

Total biaya = 10,362,000


Sold out, revenue
= 14,000,000

Untung = +- 4,000,000


Kesimpulan

Jualan “si mba anis” bisa balik modal jika terjual 200 porsi dalam satu event popup market tersebut (biasanya dalam waktu 4 hari)

Dan bisa mengambil untung +- idr 4 juta jika terjual 350 porsi dalam satu event popup market.

Dan bisa punya untung lebih besar lagi untuk jumlah porsi yang terjual lebih banyak pula.

Kesimpulan secara general-nya adalah bahwa syarat untungnya berjualan fnb di popup market adalah:

  1. Buat makanan dan minumannya dalam skala besar
  2. Tekan biaya produksi sekecil mungkin
  3. Setarakan harga jual per porsinya dengan harga jual kebanyakan (makanan antara idr 25k hingga idr 40k, minuman antara idr 15k hingga idr 35k)
  4. Buat minimal 200 porsi agar bisa balik modal. Berdasarkan pengalaman @milky_milch, salah satu teman katakanya yang ikut popup market juga dengan berjualan desert, untung dapat diraih jika total porsi desert yang terjual dalam 4 hari penyelenggaraan event-nya adalah 400 porsi.
  5. Dan karena ini jualan makanan dan minuman, the key point of all is all about the taste. You have to get the great taste to survive, yessssss! 

Jadi pastikan waktu riset teman-teman berpusat di dalam meriset rasa. Riset keuangan seperti ini mah sekilas ajaaa 😉 

Atau punya konsultan kecil-kecilan yang bisa sharing load untuk masalah budgeting, yang bisa gampang dihubungi misalnya :

  • by email di prakanya.waradiptya@gmail.com
  • atau di whatsapp di 0812 8709 6846 

👆 iklan diri sendiri 👊

Dan satu lagi, jangan lupa have funnnnn ya, entrepreneurs!



PS : i did not make any commercial affiliations with any brand stated above. I just happened to use them or have a trust on them.

And picture courtesy of @nasi_sinyo

Iklan

Ditulis oleh

Seorang Muslim. Seorang Ibu baru dari satu anak laki-laki (per sekarang :)) Memutuskan untuk memulai blogging sejak 2015 saat saya merasa butuh "bekerja" di samping tugas utama saya sebagai Ibu. Saya pernah bekerja di lingkungan kantoran di perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia selama 6 tahun lebih hingga tahun 2014. Pernah belajar Administrasi Bisnis juga. Dan belajar Teknik Informatika sebelumnya. Sekarang fokus "pekerjaan" saya di luar tugas utama adalah jualan dan manage blog katakanya.id ini.

2 thoughts on “Jualan fnb di popup market jakarta? Untung nggak sih? (sebuah studi kasus)

  1. Kenyooo..keren sungguh artikel lo,,bikin aku yg br mau mengumpulkan niat (catet yaa..mau mengumpulkan niat 😂) utk ber-entrepreneur ini melek..
    Ga asal nyemplung tanpa pelampung..

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s