ide bisnis: cara unik & kreatif berjualan sayuran / groceries online

Teman-teman punya kebun yang menghasilkan wortel, kentang, jagung atau bahkan beras secara periodik?

Atau teman-teman sedang mengembangkan tanaman hidroponik yang menghasilkan selada air, sawi, tomat?

Atau bahkan teman-teman memiliki perternakan ayam yang menghasilkan telur yang banyak?

Perternakan ikan tawar?

Atau perkebunan pisang, pepaya, nanas, dan buah yang lain?

Menghasilkan sayuran, buah dan bahan makanan pokok lainnya namun berlebih dan tidak tahu harus dibuat apa?

Mungkin teman-teman bisa mulai menjadi creativepreneur dengan berjualan sayuran / groceries secara online.

Bukan hanya berjualan sayuran / groceries online biasa, namun dengan cara yang lebih kreatif dan menawarkan experience yang mempunyai nilai tambah.

Coba teman-teman lihat caranya blackgarlic.com atau pasarkecil.tumblr.com dalam berjualan sayuran.

Alih-alih hanya berjualan sayuran / bahan makanan saja, namun yang ditawarkan oleh kedua brand ini adalah experience, happy feeling, menu makanan sehari-hari yang membuat pelanggan balik lagi untuk update menu apa lagi yang menarik mereka yang ditawarkan.

Mereka punya competitive advantage yang membuat pembeli tertarik untuk membeli sayuran hanya dari mereka.

Ok, kita coba lihat model bisnis mereka lebih dalam ya.

Blackgarlic.com

Mungkin brand yang satu ini memang tidak memproduksi bahan makanan mereka sendiri. Mereka membeli dari pihak ketiga. Namun caranya mereka menambahkan satu level service di atas hanya berjualan sayuran / groceries, adalah satu hal yang bisa di-Amati, Tiru dan Modifikasi (ATM).

Mereka menawarkan pilihan menu makanan harian, menyiapkan detail dalam takaran yang pas untuk setiap bahan dan bumbunya, dan memberikan layanan pengiriman ke rumah teman-teman.

Nice ya. Target segmen mereka adalah untuk pelanggan metropolis yang sibuk hanya untuk memikirkan menu makanan harian, atau bahkan terlalu sibuk untuk berbelanja bahan makanannya.

Fyi, saya pribadi adalah pelanggan mereka. Saya sangat suka dengan model bisnis mereka. Bukan karena saya terlalu sibuk memikirkan menu makanan harian atau membeli bahannya, namun karena saya pemasak rumahan pemula yang kadang bingung menentukan menu masak harian.

Yes, mungkin tipe pemasak pemula seperti saya juga menjadi target pasar mereka.

Tagline website mereka: “we plan, we shop, you cook” mepresentasikan dengan jelas apa yang mereka lakukan.

Salah satu statement mereka yang lain “bahan makanan segar siap masak delivered weekly to your door” juga menegaskan kualitas dari bahan makanan mereka.

 

Disinilah teman-teman bisa terinspirasi untuk berjualan sayuran / bahan pangan hasil kebun teman-teman sendiri.

Coba untuk berpikir kreatif dengan membuat menu dari sayuran / bahan pangan hasil kebun teman-teman tersebut, kemudian cobalah untuk memasaknya dan buatlah takaran bahan dan bumbunya.

Kemudian jual menu dan bahan&bumbunya per paket deh. Viola! Creativepreneur you are!

Menu tersebut bisa di-update mingguan atau bulanan, intinya ada update secara periodik, sehingga pelanggan akan terus stay dengan teman-teman karena selalu ada yang berubah dari produk teman-teman.

Dan untuk persiapan bahan pangannya, nggak semuanya harus diproduksi sendiri lho.

Misalnya kebun teman-teman hanya memproduksi tomat cheri, range menunya bisa salad, steamed salmon with tomatoes atau “hanya” sayur sop, dan bahan pangan lainnya bisa teman-teman dapatkan dari pasar, supermarket atau dari afiliasi pertemanan sesama produsen bahan pangan.

  
 Yang penting, hasil tomat cheri teman-teman tersebut produktif, dapat terjual dan menghasilkan pendapatan untuk teman-teman.

Ide packaging pun bisa kita ATM (Amati Tiru Modifikasi) dari yang dilakukan oleh blackgarlic.

Mereka mengirimkan bahan pangannya dalam kotak kardus yang dilapisi stereofoam dan ice pack gel.

 

Dilengkapi storage instruction dan detail step by step cara untuk mengeksekusi menu.

 
Lihatlah cara mereka menyusun menu dan bahan pangan pendukungnya. Neat. Detail. Dan takarannya pun pas.

  

 
Dan coba lihat betapa takaran sayuran / bahan pangannya pun tidak membutuhkan jumlah yang terlalu banyak. Jadi jikalau pun hasil produksi kebun teman-teman hanya ada sedikit, atau hanya ada sisa sedikit kerena mayoritas dikonsumsi pribadi ataupun hasil dari hidroponik yang tidak terlalu banyak, teman-teman masih bisa berjualan sayuran / groceries secara kreatif seperti ini.

   

 Satu teknik yang dilakukan oleh blackgarlic agar bisnisnya terus berjalan tanpa ketakutan pelanggannya hanya sekali beli dan kemudian mencontek menunya adalah mereka menciptakan signature sauce.
Coba lihat gambar di bawah. Ada sauce yang diberi label KK5. Nah, itu adalah salah satu contoh signature sauce mereka yang mereka tidak deskripsikan terbuat dari apa. Dan memang sauce itulah yang membuat rasa hasil masakannya menjadi enak.

 

Soal harga memang sedikit pricey untuk jadi sumber makanan sehari-hari. Untuk satu paket breakfast seperti egg salad dengan kraftkorn bread, harganya idr 80,000 untuk takaran 2 orang. Dan untuk main menunya, harganya standar idr 100,000 untuk takaran 2 orang.

Mungkin disinilah celah yang bisa teman-teman masuki untuk bisnis LOHAS seperti blackgarlic ini. Teman-teman bisa memasukin bisnis seperti yang blackgarlic lakukan, namun dengn harga yang lebih murah / kompetitif.

Anw, LOHAS stands for Lifestyle Of Health And Sustainability. Yang melingkupi segmen pasar menengah dan menengah atas, yang teredukasi dengan baik, yang memilih untuk hidup sehat dan peduli dengan asal bahan makanannya. 

Dengan teman-teman jelaskan di tulisan marketing teman-teman bahwa bahan pangan dalam paket yang dijual adalah home-grown atau organic atau self-hidroponic atau bahkan i-eat-it-myself, hal itu menambah kepercayaan pasar dalam segmen LOHAS tersebut.

Mau coba lihat versi Amerika dari blackgarlic? Please lihat blueapron.com. There is something about the color naming yes?

Nah, sedikit berbeda dengan blackgarlic di Indonesia, blueapron di Amerika berkembang dengan pesat hanya dalam waktu 3 tahun sejak diluncurkan di 2012. Hal itu terefleksi dalm valuasi perusahannya yang bernilai usd 2 milyar per 2015. Nice right?

Enough talking about the black and the blue, sekarang mari kita lihat pemain lain dalam segmen LOHAS ini : pasarkecil >> pasarkecil.tumblr.com

Bentuk model bisnisnya sedikit berbeda dengan blackgarlic dan blueapron. Pasarkecil menjual layanan delivery sayuran hasil perkebunan di bandung utara dan memberikan tips menu mengolahnya melalui akun tumblr-nya.

Plus bahkan berafiliasi dengan coffee shop untuk membuka salad bar di salah satu tempat wisata di Bandung, tahura.

Nah, terlelas dari afiliasinya membuat salad bar, jika bisnis model ini yang teman-teman pilih, akan lebih baik jika teman-teman menyertakan juga signature sauce / signature dressing dalam paket delivery sayuran teman-teman.

Hal itu bisa mencegah pelanggan hanya datang dan mencontek menu dan membeli sayuran / bahan pangan dari tempat lain.

Remember, the basic things you want to REALLY sell are vegetables / groceries. Menu dan layanan delivery nya hanyalah level service tambahan yang membuat basic things kita lebih menarik.

Sayangnya karena saya tinggal di jakarta dan pasarkecil berdomisili di bandung, saya belum bisa menjadi pelanggan dan melakukan review.

Namun semoga ulasan tentang blackgarlic, blueapron, dan pasarkecil di atas dapat memberikan gambaran tentang model bisnis berjualan sayuran dengan cara kreatif.


Until later, veggie-creatives!

Iklan

Ditulis oleh

Seorang Muslim. Seorang Ibu baru dari satu anak laki-laki (per sekarang :)) Memutuskan untuk memulai blogging sejak 2015 saat saya merasa butuh "bekerja" di samping tugas utama saya sebagai Ibu. Saya pernah bekerja di lingkungan kantoran di perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia selama 6 tahun lebih hingga tahun 2014. Pernah belajar Administrasi Bisnis juga. Dan belajar Teknik Informatika sebelumnya. Sekarang fokus "pekerjaan" saya di luar tugas utama adalah jualan dan manage blog katakanya.id ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s