4 langkah mudah menjadi seorang travel blogger (dan review beberapa travel blog yang menarik)

Tulisan blog kali ini terinspirasi oleh seorang sahabat yang sangat suka traveling dan baru saja menjadi seorang Ibu (fakta yang terakhir ini kurang relevan dengan ide tulisan ini πŸ˜„). Sebut saja namanya Annisa Kusuma Hapsari ✌️

Beliau sering sekali traveling dengan teman dan keluarganya. Dan beliau adalah sang organizer untuk setiap perjalanannya. Banyak foto-foto perjalanannya yang terlihat sangat menyenangkan di spotspot favorit maupun di spot yang tidak biasa. Dan sangat mengundang ingin tentunya.

Sangat disayangkan kalau cerita perjalanannya yang seru-seru itu hanya sekedar dilihat oleh teman terdekatnya dan hanya dari foto-foto.

Akan lebih berguna, informatif dan inspiratif jika cerita perjalanannya diceritakan kembali dalam bentuk blog.

Dengan begitu, dunia bisa melihat perjalanannya melalui sudut pandangnya yang smart.

Nah, jadi inti cerita dari postingan blog kali ini adalah untuk menyarankan beliau dan teman-teman sekalian yang punya kesenangan traveling yang sama untuk menjadi travel blogger. Atau bahkan travel writer. Bahkan bisa juga menjual ceritanya.

Bagi saya, travel blogger atau travel writer itu adalah salah satu bentuk creativepreneur. Perlu berpikir kreatif untuk melihat hal menarik apa dari setiap travel yang dilakukan. Dan bahkan bisa earning money juga.

Ada 4 langkah menjadi travel blogger / writer yang saya rangkumkan dari berbagai sumber.

Kita mulai, shall we?

Langkah #1

One big travel in one year, at least

You’ve got to have one big travel in one year period, at least. This is the source of your inspiration for writing your blog.

No traveling no blogging, yes? 

Dan “big travel” disini maksud saya adalah perjalanan yang jauh dari domisili teman-teman. Ke tempat yang anda sangat ingin datang. Dan yakin akan ada banyak cerita menarik yang teman-teman bisa share selama sebelum perjalanan, saat perjalanannya dan setelah perjalanannya.

Mungkin kalau teman-teman berdomisili di daerah yang menarik untuk dituliskan di blog, perjalanan yang jauh itu tidak berlaku di case teman-teman.

My whole point is, just do travel and explore.

Langkah #2

Find your goal then

Find your goal of becoming travel blogger. Have a goal planner.

Daripada menulis travel blog tanpa tujuan apa-apa dan hanya untuk iseng saja, lebih baik teman-teman menulis blog dengan suatu tujuan tertentu.

Salah satu contoh tujuannya adalah misalnya, mau menulis travel blog sehingga nanti 1 tahun dari sekarang bisa travelling dengan gratis.

Tentang goal planner ini, saya banyak belajar dan sangat terinspirasi oleh tulisannya mba Kari Sayers.

Kata mba Kari, ada research yang menyimpulkan bahwa hanya 3% orang yang mempunyai goal sajalah yang bisa berhasil mencapai goal yang sudah ditetapkan. Dan yang dilakukan orang-orang di dalam 3% itu adalah menuliskan clear and measurable goal.

So be one. Write your clear and measurable goal:

a. Tulis how many blog post will be published weekly / monthly / annually 

b. Tuliskan financial goal in specific time in the future. Ini kasusnya kalau salah satu tujuan blogging teman-teman adalah tujuan finansial.

c. Tuliskan tentang from what sources you intend to bring in income? Then how much?
Ada 3 jenis income sources menurut mba Kari ini:

– dari menerbitkan buku (buku fisik maupun ebook) >> jadi tulisan di blog teman-teman di-edit dan di-format untuk menjadi sebuah buku

online course >> mungkin untuk case menjadi travel blog, online course ini lebih ke video perjalanan atau video how-to yang travel-related

– dan affiliate marketing >> blog teman-teman menjadi media untuk mempromosikan beberapa produk yang teman-teman gunakan juga

d. Tuliskan target berapa jumlah email list dalam periode waktu tertentu

e. Tuliskan target follower social media dalam periode waktu tertentu

f. Tuliskan apa kondisi ideal travel blog teman-teman dalam satu tahun mendatang


Langkah #3

Find your target segment


It happens in every goal planner for every products
! Kita harus menentukan siapa target segmen tulisan kita.

Tujuannya supaya semua tulisan yang kita buat, ada yang baca. Traffic is the goal.

– berapa pendapatan tahunan segmen tujuan kita?

– berapa banyak budget traveling-nya?

– tipe traveling-nya solo atau dengan teman/keluarga?

– tipe traveling-nya backpack atau koper?

– tempat apa yang dicari di setiap sesi traveling-nya? Tempat makan? Tempat wisata alam? Tempat wisata budaya? Tempat wisata ekstrim? Atau justru yang bukan tempat wisata?


Langkah #4

Tentukan struktur dan gaya menulis blog teman-teman
Struktur blog yang saya maksud disini adalah bagaimana teman-teman mengatur tulisan-tulisan blog-nya di halaman web teman-teman.

Saran saya yang paling mudah adalah susunlah artikel teman-teman sesuai dengan kategori nama daerah perjalanannya. 

Kalaupun traveling-nya di seluruh dunia, buatlah kategorisasi per benua.

Tujuannya agar pembaca dapat langsung mencari referensi tempat tersebut dari kategori tersebut. Jadi nggak perlu ubek-ubek seluruh halaman website untuk mencari referensi traveling ke kota tertentu.

Satu contoh travel blog yang ditulis oleh penulis Indonesia yang menggunakan kategori lokasi tersebut adalah duaransel.com. Teman-teman bisa menjadikannya referensi penulisan travel blog teman-teman.

Atau khusus untuk kategorisasi daerah-daerah di Indonesia, bisa dilihat contohnya di lostpacker.com.

Di wiranurmansyah.com juga punya kategorisari per nama kota lokasi perjalanannya.

Atau bisa juga dibuat kategorisasi per total biaya perjalanan. 

Per sekarang si, saya masih belum menemukan travel blog yang mengkategorikan tulisannya berdasarkan total biaya perjalanan.

Hanya ada review budget tiap perjalanan saja, contohnya blog ini: pergidulu.com.

Nah, selain dari struktur travel blog-nya, yang perlu diperhatikan juga adalah gaya menulis teman-teman.

Sebagai penikmat travel blog, saya mengklasifikasikan travel blog yang pernah saya baca menjadi dua tipe:

Tipe cerita panjang, detail dan sekuensial.

Dan tipe cerita rangkuman dan praktis.

Kedua tipe ini sama bagusnya dan saya menikmatinya di waktu-waktu yang berbeda. 

Kalau sedang punya banyak waktu dan sedang blog hopping, tipe yang cerita panjang menarik untuk disimak.

Salah satu contoh blog bertipe cerita panjang yang saya suka adalah naked-traveler.com , atau ranselkecil.com.

Jadi tipe cerita panjang ini kadang menceritakan secara lebih detail tentang cerita perjalanannya dari waktu ke waktu. Secara sekuensial. Setelah melakukan apa di hari ini kemudian melakukan hal yang lain di hari esoknya.

Kadang tipe cerita panjang ini bisa menyerupai seperti sebuah catatan harian, diary, seperti blog-nya efenerr.com.

Dan ada juga travel blog tipe cerita panjang dengan tambahan foto-foto menarik yang mengesankan di blog ini ranselkosong.com.

Sedangkan kalau tipe yang kedua, tipe cerita rangkuman, cocok untuk pembaca yang ingin informasi yang cepat dan praktis.

Biasanya pembaca blog tipe cerita rangkuman ini, mereka ingin mencari tahu lebih banyak tentang lokasi tertentu.

Atau bahkan tipe pembaca ini justru malah ingin mendapat inspirasi lokasi untuk perjalanan selanjutnya.

Yang dilakukan oleh travel blogger tipe ini adalah mereka merangkum seluruh hasil perjalanan mereka menjadi tulisan dengan sudut pandang informatif. Sudut pandang yang tidak menulis secara sekuensial menceritakan perjalanannya.

Contoh judul tulisan dari tipe cerita rangkuman ini adalah :

– “48 hours in Madrid with Β£139” oleh budgettraveler.org

– “10 travel essentials that i always have with me” oleh duaransel.com

– “tips liburan hemat ke Santorini” oleh pergidulu.com

Tipe travel blog seperti ini sangat praktis dan sangat informatif bagi saya jika saya ingin informasi yang lebih banyak tentang suatu lokasi atau bahkan untuk terinspirasi pergi ke lokasi tertentu yang belum saya rencanakan sebelumnya.

Ada juga tipe travel blog yang mix antara tipe cerita panjang dengan tipe cerita rangkuman. Contohnya adalah blog wiranurmansyah.com .

Summarized, sebagai salah satu penikmat travel blog yang aktif, saya berharap akan adanya rekomendasi tempat, foto dan informasi harga dari cerita perjalanan blogger tersebut.

Saya juga akan sangat senang bila tulisan dalam travel blog tersebut bersifat do-able, sehingga pembaca hanya tinggal pack the back, prepare stamina and full the cash.

Nah, demikianlah rangkuman 4 langkah mudah menjadi travel blogger versi katakanya.

Semoga bermanfaat dan looking forward to read your travel blog, creatives!

Ps: do let me know your travel blog, i would be more than happy to become your traffic πŸ€“

Iklan

Ditulis oleh

Seorang Muslim. Seorang Ibu baru dari satu anak laki-laki (per sekarang :)) Memutuskan untuk memulai blogging sejak 2015 saat saya merasa butuh "bekerja" di samping tugas utama saya sebagai Ibu. Saya pernah bekerja di lingkungan kantoran di perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia selama 6 tahun lebih hingga tahun 2014. Pernah belajar Administrasi Bisnis juga. Dan belajar Teknik Informatika sebelumnya. Sekarang fokus "pekerjaan" saya di luar tugas utama adalah jualan dan manage blog katakanya.id ini.

4 respons untuk β€˜4 langkah mudah menjadi seorang travel blogger (dan review beberapa travel blog yang menarik)’

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s