7 langkah mendapatkan ide menulis blog (dan 4 penulis blog favorit)

Menulis di blog adalah salah satu terapi kebosanan buat saya sebagai stay-at-home mom.

Selain juga sebagai alat marketing bagi saya untuk membesarkan brand katakanya.

Nah, bagi teman-teman yang sharing the same purpose of writing a blog dan kadang stuck in chasing idea for blog post,  padahal ada target deadline waktu untuk posting tulisan secara reguler, saya punya saran untuk melakukan 7 langkah mudah yang bisa dilakukan untuk dapat ide-ide segar tulisan blog.

Here they are, kita mulai dari nomor 1 ya.

Langkah #1 

Design your segment

First of all, do you target a (or some) segment for your blog yet?

Its a must, really. Kita harus punya target siapa yang akan kita tuju untuk semua tulisan kita. Dan kalau teman-teman masih belum punya target segmen untuk semua tulisan di blog teman-teman, saran saya, tetapkan segera, mulai sekarang!

Buat apa kita menetapkan target segmen untuk semua tulisan blog kita?

Supaya kita bisa memberikan informasi atau inspirasi di dalam tulisan blog kita kepada orang yang membutuhkannya (baca: orang yang tepat – segmen yang kita tuju). 

Tulisan yang kita posting di blog adalah tulisan yang bisa membantu orang lain.

Pembaca tulisan di blog kita adalah pembaca yang membutuhkan, mencari dan akhirnya menemukan informasi dari blog kita.

Sehingga pada akhirnya traffic di blog kita menjadi tinggi karena kita menulis tentang apa yang segmen kita butuhkan.

Karena menurut saya, jaman menulis blog hanya untuk fun dan menulis cerita sehari-hari tanpa ada pesan (moral) atau informasi dari cerita tersebut adalah tipe blogging yang old skul, so 2009ish. Dan terkadang kita sebagai pembaca, akan bosan juga membacanya. Semacam read for nothing gitu jadinya.


Langkah #2

Stalk your segmen

Done with your blog’s target segment, dan sekarang coba untuk mencari tahu apa yang dilakukan dan informasi apa yang dibutuhkan oleh segmen yang kita pilih tersebut.

Search Facebook groups.

Observe twitter chats.

Creep on their Instagram.

Sampai akhirnya kita tahu apa informasi yang mereka butuhkan.


Langkah #3

think about things you wish you had known 2 or 3 years ago

Yes. Coba pikirkan apa kiranya informasi yang kita butuhkan 2 atau 3 tahun yang lalu.

Search key apa di google yang kita coba cari sekitar 2 atau 3 tahun lalu dan kita tidak merasa puas dengan jawaban yang kita dapat dari semua tulisan di web.

Thats the thing we should write about.


Langkah #4

Make the list

Yes. Setelah kita mendapat ide dari hasil stalking target segmen kita dan search key apa yang kita pernah cari informasinya, sekarang adalah saatnya untuk membuat daftar ide tulisan blog yang accessible dengan cepat.

My strong suggestion is to put your list on the memo in your smartphone. You can access it fast whenever and wherever you have idea in your mind.

Karena terkadang, ide itu cepat tertumpuk dengan kesibukan kita yang lain, dan pada saatnya kita mau menulis sesuatu, semua ide itu sudah hilang dari kepala.


Langkah #5

Install blog lovin’

Jangan lupa juga untuk mendapatkan ide tulisan blog dari penulis blog favorit kita. Dont have one? Yes, start finding one dari aplikasi blog lovin’.

Pilih tema apa yang kita suka dan yang akan kita tulis di blog kita di dalam aplikasi tersebut, kemudian coba follow blogger – blogger yang kita suka tulisannya.

Jangan khawatir kita akan terkesan menjiplak ide tulisan atau bahkan gaya menulis blogger tersebut.

Karena menurut pengalaman saya, pada akhirnya kita akan punya gaya menulis kita sendiri walaupun ide tulisannya terinspirasi dari penulis blog yang kita sukai.

Rekomendasi penulis blog yang menulis tentang cara menulis blog yang saya suka adalah

1. Heleneinbetween.com

2. Wonderfelleworld.com

3. Thenectarcollective.com

4. Theblogmarket.co

Oia, mungkin masih banyak aplikasi yang fungsinya mengumpulkan tulisan-tulisan di blog yang ada selain blog lovin’, namun karena aplikasi ini adalah aplikasi yang pertama kali saya tahu (hasil rekomendasi salah seorang blogger juga) dan saya suka dengan UI-nya (user interface) dan how they manage communication with their users, oleh karena itu sampai sekarang saya masih menggunakan aplikasi tersebut.


Langkah #6

Explore offline life juga

Another yes! Selain explore dunia online di facebook, twitter, instagram, blog lovin’ dan lainnya, jangan lupa juga untuk living your offline life to the fullest.

Terkadang, inspirasi ide tulisan blog juga bisa didapatkan dari hasil kongkow dengan teman lama. Atau datang ke acara tertentu dan bertemu teman yang baru.


Langkah #7

Test yourself, do you write topic with your interest?

At last, inilah fase cycle yang akan membuat kita masuk ke langkah #1 lagi jika ternyata kita belum menemukan topik yang pas dengan segmen yang kita suka sebagai tema tulisan blog kita.

Setelah beberapa waktu mencoba menulis blog secara reguler (saran saya coba reguler tiap minggu dalam periode satu bulan), coba kita tanya kepada diri kita sendiri :

1. “apakah saya happy dengan tulisan-tulisan saya?”

2. “Apakah saya bangga dengan tulisan-tulisan saya?”

3. “Apakah saya merasa berat untuk menulis ini?”

4. “Dan apakah ada hasil engagement dari pembaca tulisan kita?”

Jika jawabannya YA YA TIDAK YA untuk sekuen 4 pertanyaan di atas, maka you are officially a happy and proud blogger. Keep it up!

Namun jika kemudian ada salah satu jawaban yang berbeda dari kesemua 4 pertanyaan di atas, ini adalah waktu yang tepat untuk mempertimbangkan target segmen tulisan kita lagi atau mempertimbangkan topik tulisan yang kita sudah tentukan.

Mungkin memang target segmennya harus diganti.

Kadang kalau tidak ada engagement dengan pembaca, mungkin hasil tulisan kita kurang menarik bagi segmen yang kita tuju.

Atau topik tulisannya juga perlu diganti.

Terkadang kita merasa berat untuk mencari ide dan merasa berat untuk menuliskan sesuatu dengan topik tertentu adalah pertanda bahwa mungkin topik itu bukan untuk kita dan saatnya kita ganti.

Sedikit bercerita, saya pernah punya ide untuk membuat tulisan di blog dengan topik DIY tutorial sekitar dunia rajut (karena saya pikir akan mendukung brand awareness terhadap brand katakanya), namun ternyata topik tersebut sangat berat bagi saya untuk melanjutkannya secara periodik.

Akhirnya topik tersebut saya hentikan saja. Dan saya mencoba fokus di topik yang lain.

Oke, baiklah. Demikianlah 7 langkah mendapatkan ide-ide segar untuk tulisan di blog kita. Plus ada bonus 4 blogger pilihan saya yang isi tulisannya membantu saya untuk tetap menulis di blog hingga sekarang.

Semoga menginspirasi.

Dan selamat menulis, creatives!

Iklan

Ditulis oleh

Seorang Muslim. Seorang Ibu baru dari satu anak laki-laki (per sekarang :)) Memutuskan untuk memulai blogging sejak 2015 saat saya merasa butuh "bekerja" di samping tugas utama saya sebagai Ibu. Saya pernah bekerja di lingkungan kantoran di perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia selama 6 tahun lebih hingga tahun 2014. Pernah belajar Administrasi Bisnis juga. Dan belajar Teknik Informatika sebelumnya. Sekarang fokus "pekerjaan" saya di luar tugas utama adalah jualan dan manage blog katakanya.id ini.

7 respons untuk โ€˜7 langkah mendapatkan ide menulis blog (dan 4 penulis blog favorit)โ€™

    1. Maaf ya, Mas, sebelumnya kalau tulisan saya tidak menyenangkan dibacanya ๐Ÿ™‚

      Saya aja bacanya juga malu sendiri.

      Karena blog adalah ranah pribadi masing2 oranh, sebenarnya bisa bebas aja si mau tulis apa aja. Nggak ada old skul apa new skul ๐Ÿ™‚

      Tapi saran saya, yg masih sangattt newbie, mungkon lebih baik menyampaikan sesuatu yg akan berguna bagi orang lain. Bagaimanapun cara menuliskannya

      Thanks ya, Mas. Untuk komennya. Saya jadi pengen revisi tulisan ini ๐Ÿ™‚

      Suka

      1. gapapa koq.. sebenernya kalo masalah tulisan kan balik lagi ke cara dan ciri si penulisnya sendiri.. apalagi blog personal.. ya kalo saya sech suka-suka si empunya blog.. hehe..

        Tapi beberapa yang ditulis di sini cukup memberi pencerahan koq mbak.. tenang aja.. ๐Ÿ˜€

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s