SAHM, sudah produktifkah hari-hari saya? – my daily routine

People often complain about lack of time when the lack of direction is the real problem 
-Zig Ziglar-

24 jam dalam sehari. Dan sudah dihabiskan untuk hal apa sajakah setiap jamnya, teman-teman?

Sudah kau habiskan untuk hal yang memdekati ke tujuanmukah, Prakanya?

Keputusan menjadi Ibu Rumah Tangga, stay-at-home Mom, membuat saya menjadi banyak berpikir kembali tentang bagaimana saya mengatur waktu dalam 24 jam.

Akhirnya saya membuat kategori penggunaan waktu saya, berdasarkan untuk siapa waktu itu saya digunakan.

Sounds boring and really too much?

Coba teman-teman buat perhitungan kasar dan singkat aja deh.

You’ll be amaze by how much time you spend with waste everyday. Atau (saya) baru sadar bahwa waktu yang digunakan selama ini sebenarnya tidak sejalan dengan tujuan/keinginan yang sudah kita tetapkan.

Semoga, setelah selesai dengan amazement dan shock-nya, kita (saya) bisa lebih baik dalam mengatur waktu ya.

Saya punya 4 kategori besar pengunaan waktu saya:

1. Untuk anak(-anak)

2. Untuk suami

3. Untuk Me time

4. Untuk big family

Yang termasuk dalam me time adalah: sholat, baca Quran, olah raga, baca buku, main-main social media, tidur, makan, develop busines, writing blogs.

And the percentage of my routine in one day be like:

44% untuk Anak – 10.5 jam.

10% untuk Suami – 2.5 jam.

Dan 46% untuk Me time – 11 jam.

Saya sisihkan kategori untuk big fam karena big fam ini biasanya waktunya terjadi di hari Sabtu atau hari Minggu.

My shocking moment happens when i know i have the highest time consumption for myselffff!

Padahal salah satu alasan kenapa saya menjadi stay-at-home mom adalah saya ingin punya waktu lebih banyak buat Anak dan Suami.

Ditilik lagi, 11 jam Me Time itu digunakan untuk:

develop biz dan blog : 4 jam

– sholat, baca Quran : 1.5 jam

– makan mandi : 1.5 jam

– tidur : 4 jam

Mpfft, sampai sekarang blog ini di-publish pun, saya masih belum bisa menghilangkan beberapa waktu Me time saya untuk dipindahkan ke kategori yang lain.

Dan yang lebih kasian lagi adalah, saya hanya memberikan waktu yang sedikit sekali (6% dalam 24 jam) untuk suami saya. Huffffpp.

Padahal ada yang bilang jangan mengurangi waktu kebersamaanmu dengan suami walaupun repot mengurus anak. 

Karena nanti saat anak-anak sudah besar dan meninggalkan rumah, kita hanya tinggal berdua dengan suami. Dan hubungan erat yang terus terjalin dengan suami selama ini akan membuat masa tua kita menjadi lebih happy 😄 . Dan nggak jadi kayak orang asing.

But still, saya masih belum bisa utak utik penggunaan waktu saya untuk lebih berat ke suami ataupun mengurangi bagian Me time nya.

And for your consideration, teman-teman, perhitungan persentase pembagian waktu saya dalam satu minggu adalah sebagai berikut:  43% untuk Anak – 71.5 jam.

15% untuk Suami – 24.5 jam.

38% untuk Me Time – 64 jam.

Dan 5% untuk Big Fam – 8 jam.

Dan hasil presentasi penggunaan waktu saya per minggu pun, Top 2 nya masih di sekitar Anak dan Me time. Bahkan suami pun masih di urutan no #3.

Ada waktu di satu atau dua hari dalam seminggu dimana saya ikut pengajian, my Me time.

Ada juga di dalam satu minggu, satu kali, anak saya ikut sekolah khusus bayi.

Dan kalau di hari Sabtu dan Minggu dimana Suami saya ada di rumah, otomatis penggunaan waktu saya pun akan lebih banyak ditujukan untuk Suami dan Anak.

This gets me wonder, bagian mana yang bisa diutak-atik ya, supaya alokasi waktu untuk Suami bisa lebih ditingkatkan?

And to give you glance of my sort-of-daily routine, this be it:

(Ini hanya garis besarnya, kadang banyak sekali improvement tiap harinya)

4 am – 5. 30 am : rise and shine, sholat, baca Quran, mandi

5.30 – 7.00 : buat makanan anak, siapin makan suami, siapin baju dan kaus kaki suami, masukin baju ke mesin cuci

7.00 – 8.00 : menyusui, menemani suami sarapan, ngobrol, main dengan anak, suami berangkat kerja

8.00 – 9.00 : anak makan, mandi, main sebentar

9.00 – 11.00 : anak tidur, my me time (dalam seminggu sekali, kadang kita pergi ke sekolah bayi atau waktu saya untuk datang ke pengajian)

11.00 – 12.00 : menyusui, main dengan anak, anak makan siang

12.00 – 12.10 : sholat

12.11 – 14.00 : main dengan anak, jalan2 (kadang disini waktu buat jalan-jalan ke supermarket, atau pergi keluar untuk bertemu calon partner bisnis atau hal-hal lainnya)

14.00 – 15.00 : anak tidur, my me time

15.00 – 17.00 : main dengan anak, anak makan sore, anak mandi (ada me time 10″)

17.00 – 18.00 : anak belajar bersosialisasi

18.00 – 18.10 : my me time – sholat

18.10 – 18.29 : siapkan minum dan cemilan buat suami

18.30 – 21.00 : main dengan anak, cemilan buat anak

21.00 – 22.00 : mandi, makan, sholat

22.00 – 23.00 : my me time

23.00 – 24.00 : suami time (suami sedang dalam program kuliah lagi, jadi 3 dari 5 hari kerja dalam satu minggu, suami pulangnya jam segini)

24.00 – 04.00 : my me time -tidur


Fiuh, this blog post leaves me nothing but solid pondering.

Please, please, kalau ada yang punya saran atau usul yang applicable buat productive time management, let me knoww.

Alritey ritey, until some other time!

Happy enjoying your lifeTime, Mommy folks!

Iklan

Ditulis oleh

Seorang Muslim. Seorang Ibu baru dari satu anak laki-laki (per sekarang :)) Memutuskan untuk memulai blogging sejak 2015 saat saya merasa butuh "bekerja" di samping tugas utama saya sebagai Ibu. Saya pernah bekerja di lingkungan kantoran di perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia selama 6 tahun lebih hingga tahun 2014. Pernah belajar Administrasi Bisnis juga. Dan belajar Teknik Informatika sebelumnya. Sekarang fokus "pekerjaan" saya di luar tugas utama adalah jualan dan manage blog katakanya.id ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s