Creativepreneur Seri #4 : 2 things to think before joining popup market

Welcome to the creativepreneur (mommy) blog!

Setelah produk kreatif sudah matang konsepnya dan brand-nya juga sudah selesai design nya, langkah selanjutnya adalah memulai jualannn! Yeayyy!

Memulai jualan adalah mulai melakukan marketing, memasarkan produk kreatif kita.

Banyak cara yang bisa dilakukan creativepreneur untuk bisa memasarkan produknya: bisa dengan membuka toko online melalui website beserta dengan teknik SEO-nya, bisa dengan akun instagram, bisa dengan twitter, basically dengan social media ya, atau bisa juga dengan blog. Cara-cara pemasaran di atas adalah cara pemasaran online. Nah, kita akan membahas tentang memasaran online ini di lain waktu ya, in sha Allah.

Sekarang, kita mau bahas cara pemasaran yang offline. Salah satunya adalah dengan membuka toko di pasar kaget >> popup market. Kalaupun buka toko di tempat yang permanen itu membutuhkan dana yang lumayan besar, bisa juga dicoba untuk membuka toko di semacam popup market.

Brand katakanya, yang menjual baju rajut handmade, juga pernah ikut popup market. Kita ikut semacam popup market itu sebanyak 2 kali. Hemmm, dan ada pelajaran yang luar biasa berharga dari keikutsertaan kami di kedua popup market itu. Itu yang mau kami sharing di sini.

Kali yang pertama kami ikut popup market adalah saat pertama kali katakanya dibangun. Bahkan produk katakanya-nya belum banyak diproduksi, kita sudah ikut bazar di gedung kantor Jamsostek di lantai 1. 

Hasil penjualannya positif, melampaui biaya sewa booth dan biaya produksi baju rajutnya. Plus tujuan untuk memasarkan brand dan produk katakanya juga tercapai dengan banyaknya contact yang kami dapat. Plus kartu nama kami pun habis diambil oleh pengunjung bazar.

Dan kali yang kedua adalah di event popupnation yang diadakan oleh @popupnationid (👈 ini akun instagram-nya) di Mall Grand Indonesia per Oktober 2015 yang lalu.

Hasil penjualannya merugi dan bahkan tidak bisa menutupi biaya sewa booth nya. Walaupun in the same time, tujuan brand awareness-nya tercapai, dengan banyak yang meminta kartu nama kami.

Dan juga, walaupun jumlah pengunjung di Mall Grand Indonesia (GI) jauh lebih banyak dibandingkan dengan pengunjung di Gedung kantor Jamsostek, yang kalau memakai logika, harusnya penjualannya lebih banyak di mall GI dibandingkan dengan di jamsostek, namun hasil di lapangan ternyata berbeda. 

Dont get me wrong yaa. Event popupnation kemarin oke banget. Suka banget sama tim EO nya sangat helpful!

Nahh, pembelajaran yang kami ambil dari pengalaman kami ini adalah you have to choose the same segment of popup market you will participate into as the segment of your creative products! Segmen. Segmen. Segmen. Harus matching segmennya. 

Yang terjadi dengan kami ikut event nya popupnation kemarin adalah:

– segmen popupnation itu adalah anak muda usia 15-25

– sedangkan segmen kami (ternyata, baru kami sadari setelahnya) adalah segmen usia dewasa, range umur 25-35 tahun. Bahkan mungkin bisa di extended sampai umur 50 tahun. 

Soalnya setiap ada pengunjung yang menghampiri booth kami, kami selalu menyapanya dengan “silakan, Tante” 😬

Soooo, pastikan segmen popup market yang kita mau ikuti sejalan dengan segmen produk kreatif kita.

Mungkin harusnya katakanya itu ikut inactaft atau craftina kali yaaa 😉

Pelajaran kedua yang bisa kami share disini tentang choose the right popup market adalah bahwa kita harus mengikuti insting kita dalam berbisnis. 

Yaps, memang being a creativepreneur itu memang harus kreatif dalam menciptakan produk dan perlu juga punya insting dalam berbisnis.

Saat kemarin kami memutuskan untuk ikut event popupnation di GI itu, dalam hati kecil saya yang paling dalam sebenarnya sudah ada keraguan kalau segmennya kurang pas. Tapi hanya dengan maksud coba-coba dan nampak kelihatan keren kalau jualan di GI, akhirnya kami tidak mempedulikan insting itu dan terus maju.

Nahhh, pertanyaan selanjutnya adalah, insting bagaimana yang harus kita ikutin. Benarkah itu insting atau itu hanyalah ketakutan kita saja? Hemmm, you’ll never know until you try, someone said. Hehe, so in order to know which one is good instinct which one is not, you just have to jump. Hehe. Pada saatnya, kita akan ahli dalam memilih untuk mengikuti insting kita.

Well someone also said, decide fast, fail fast and jump back fast too. Back in the day, kami pun tidak merasa menyesal ikut event-nya popupnation itu, ada pelajaran yang berharga yang bisa kami ambil untuk jump back selanjutnya. Bisa sharing-sharing disini malah. Woohooo!

Soo, Lets enjoy the rollercoaster of being entrepreneur, my sista mommies!

Iklan

Ditulis oleh

Seorang Muslim. Seorang Ibu baru dari satu anak laki-laki (per sekarang :)) Memutuskan untuk memulai blogging sejak 2015 saat saya merasa butuh "bekerja" di samping tugas utama saya sebagai Ibu. Saya pernah bekerja di lingkungan kantoran di perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia selama 6 tahun lebih hingga tahun 2014. Pernah belajar Administrasi Bisnis juga. Dan belajar Teknik Informatika sebelumnya. Sekarang fokus "pekerjaan" saya di luar tugas utama adalah jualan dan manage blog katakanya.id ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s