How to start becoming creativepreneur seri 3 : 3 steps to make your brand

  
Ini adalah seri 3 dari serial “how to start becoming creativepreneur” oleh Kanya, who i call myself creativepreneuer mommy.

Seri “how to start becoming creativepreneur” adalah perjalanan bisnis kreatif saya yang dituangkan dalam bentuk yang lebih general sehingga dapat diaplikasikan oleh siapa saja.

Bisnis kreatif yang saya jalani adalah bisnis #bajuRajut. Segmennya untuk perempuan dan anak-anak. Ada juga aksesoris #rajutan yang kami jual juga.

Plus, katakanya, nama brand saya, juga punya friends. Teman-teman rajutan yang punya visi sama adalah friends-nya katakanya.

Nah, seri 3 dari “how to start becoming creativepreneur” ini adalah tentang cara membuat brand untuk produk kreatif kita. Terinspirasi dari perjalanannya katakanya.

Merek atau brand dari suatu produk kreatif sangat crucial tingkat pentingnya. Yah, nomor dua tingkat pentingnya setelah produk itu sendiri. Karena dengan brand itulah produk kreatif kita disebut. Diakui oleh orang lain.

Untuk membangun brand produk kreatif, ada 3 hal pokok yg perlu dilakukan:

1. Get a catchy name

2. Create a logo for your brand

3. Make a label of it


Enough said ya, teman-teman. 

CATCHY NAMES is important. 

Bisa catchy dari segi keterhubungan dengan produk kreatifnya, misalnya  batikpastel sebagai brand name. Nah, keuntungannya adalah untuk mempermudah SEO nantinya. Kalau ada orang yang mencari batik warna pastel di google, bisa jadi brand name batikpastel itu yang keluar di halaman pertama.

Atau brand name dengan nama catchy yang mudah diingat, misalnya katakanya 😁. Sekilas namanya sedikit aneh, tapi karena sedikit aneh itulah jadi mudah diingat orang.

  

Yeps, setelah Brand name fixed, make a logo

Bagi teman-teman yang jago gambar, bisa banget buat logo pake gambar buatan sendiri. Bakal Keren jadinya. 

Tapi bagi teman-teman yang kurang bisa menuangkan indahnya gambaran di kepalanya ke atas kertas (seperti saya), maka logo brand-nya bisa menggunakan kombinasi antara  www.1001freefonts.com , coreldraw atau adobe photoshop (bisa pake trial version juga si😁) , dan imajinasi kita.

Teman-teman bisa ambil trial version dari alamat ini : http://www.coreldraw.com/us/free-trials/  . Ini yang saya pakai untuk membuat logo dari katakanya.

Logo dari brand katakanya sepenuhnya adalah font doang. Pinter-pinter milih font yang menarik aja. Dan kombinasi warna font dan background-nya.

Kalau untuk katakanya, karena produk kreatif nya adalah handmade, makan font yang saya pilih adalah yang tipe handwriting. Jadi tetap ada sentuhan dari hand.

Oia, dan karena brand name kita perlu diasosiasikan dengan produk kreatif kita, maka perlu diberi tagline di bawah nama brand kita, kalimant yang merepresentasikan produknya. Misalnya katakanya – handmade bajurajut. Atau koloni – anyaman rotan cantik. Atau booboo – healty baby snacks.

Done with brand name and logo, make a label!

Terutama untuk yang produk kreatif nya baju, atau makanan juga bisa, perlu design label untuk meluaskan brand awareness dari produk kita.

Pastikan design label nya konsisten dengan design logo dari produk kreatif kita. Paling cuma main warna  backgroud dan dimensi ukuran.

Untuk label baju katakanya, saya pesan di bapak Muhammad Sulthan, dengan nomor telepon 0856 825 1917 dan email moh.sulthan@gmail.com . Ukurannya 6 x 3 cm. Dapet 350 lusin dengan harga 650 ribu rupiah. Plus 3 kali bolak balik review dan ganti design. Dan dikasi sample jadi dulu sebelum produksi banyak.

Yang paling saya suka dari kerjasama dengan pak Sulthan adalah momen dimana beliau kirim barang jadinya duluan, saat saya belum melunasi 50% pembayaran. Trust is an investment!

Oia, semua links dan rekomendasi di tulisan ini sepenuhnya hasil pengalaman saya. Dan saya tidak mendapat bayaran tertentu jika ada yang bekerjasama dengan links atau rekomendasi dari tulisan ini.

Have a productive  Friday yay, creatives!

Iklan

Ditulis oleh

Seorang Muslim. Seorang Ibu baru dari satu anak laki-laki (per sekarang :)) Memutuskan untuk memulai blogging sejak 2015 saat saya merasa butuh "bekerja" di samping tugas utama saya sebagai Ibu. Saya pernah bekerja di lingkungan kantoran di perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia selama 6 tahun lebih hingga tahun 2014. Pernah belajar Administrasi Bisnis juga. Dan belajar Teknik Informatika sebelumnya. Sekarang fokus "pekerjaan" saya di luar tugas utama adalah jualan dan manage blog katakanya.id ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s